• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Konservasi Air

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Konservasi Air

Sampoerna Sukorejo Plant. Ist

ASIATODAY.ID, PASURUAN – Krisis air dimasa depan akibat perubahan iklim global berpotensi menjadi ancaman serius bagi kehidupan di bumi. Dibutuhkan kepekaan dan komitmen teguh untuk mulai mengambil peran dalam menyelamatkan bumi, salah satunya melalui konservasi Sumber Daya Air.

Pelestarian air merupakan jalan terbaik untuk memastikan keberlanjutan sumber daya vital bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) mengambil jalan itu. Demi menjaga keberlanjutan hidup mahluk di bumi, upaya pelestarian sumberdaya air dipandang sebagai langkah yang mutlak dilakukan saat ini.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sampoerna pun melakukan pengurangan penggunaan air dan menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) di mana fasilitas produksi Sampoerna beroperasi, di Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Komitmen ini dituangkan dalam upaya melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap tiga tahapan yaitu fasilitas produksi, daerah tangkapan air dan sistem AWS. Adapun standar sertifikasi ini dirancang untuk mencapai empat tujuan tata layanan air antara lain, pengelolaan air yang baik, ketersediaan air yang berkelanjutan, kualitas air yang baik dan kesehatan daerah penting terkait air.

Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Pakpahan, mengatakan Sampoerna sadar bahwa kelangkaan air bersih merupakan tanggung jawab seluruh penggunanya baik pelaku industri maupun masyarakat secara luas. Untuk itu Sampoerna mengelola isu global ini dengan penuh tanggung jawab.

“Sampoerna tidak hanya mengurangi penggunaan air dalam produksi, lebih jauh lagi kami melakukan pemeliharaan terhadap air,” terang Ervin, Selasa (27/8/2019).

Proses sertifikasi dengan nomor registrasi AWS-010-INT-CAB-00-07-00017-0091 ini sudah dimulai sejak 2018. Diawali dengan komitmen, proses ini dilanjutkan dengan pengumpulan data dan membuat penilaian risiko tentang status air di daerah tangkapan air. Proses lanjutan adalah perencanaan, implementasi dan evaluasi terhadap siklus untuk mendapatkan pengembangan yang dibutuhkan.

Standar sertifikasi AWS fokus untuk menciptakan manfaat bersama dengan pihak lain di daerah tangkapan air, termasuk bagaimana pengelolaan air direalisasikan secara kolektif untuk meningkatkan kesehatan daerah tangkapan. Demi mewujudkan manfaat tersebut, Sampoerna turut melibatkan seluruh pemangku kepentingan di area tangkapan untuk melakukan efisiensi penggunaan air, menjaga dan memelihara daerah sekitarnya.

Ervin mengatakan bahwa Sampoerna akan terus melanjutkan implementasi pemeliharaan air ini di seluruh fasilitas produksinya.

“Kami bangga bisa menjadi pelopor dalam hal pemeliharaan air di Indonesia dan berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah kedepannya untuk melakukan mitigasi perubahan iklim dengan harapan lingkungan hidup berkelanjutan dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat,” jelas Ervin.

Kepedulian dan langkah nyata Sampoerna pun mendapat apresiasi. PT HM Sampoerna dinobatkan sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi Pemeliharaan Air Berkelanjutan atau Alliance of Water Stewardship (AWS) untuk fasilitas produksinya di Sukorejo, Pasuruan Jawa Timur.

The Alliance for Water Stewardship memberikan sertifikasi AWS Core Criteria pada Juli 2019 setelah Sampoerna menunjukkan bahwa fasilitas produksinya menghasilkan praktik yang baik dalam industri Pertumbuhan populasi dan perubahan iklim global menjadi penyebab utama peningkatan tekanan pada ketersediaan sumber daya air bersih dunia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Konservasi AirPemanasan GlobalPerubahan IklimSampoerna
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.