• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Modal Asing USD1,1 Miliar Membanjiri Indonesia di Awal Februari 2022

by Redaksi Asiatoday
February 10, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dana Global Senilai Rp42,83 Triliun Keluar dari Indonesia Sepanjang 2021

Modal asing. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengatakan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut.

Hal ini tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflows yang terbatas sebesar USD1,1 miliar sampai dengan 8 Februari 2022.

Perry mengungkapkan hal itu dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 9-10 Februari 2022, Kamis (10/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Perry menyampaikan, untuk posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2022 tetap tinggi, yakni USD 141,3 miliar, setara pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

“Tingkat cadangan ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Perry.

Sementara itu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap baik. NPI pada 2021 diperkirakan mengalami peningkatan surplus dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ditopang oleh transaksi berjalan yang mencatat surplus sekitar 0,3 persen dari PDB, dan surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat,” ujarnya.

Ke depan, kinerja NPI pada 2022 diprakirakan tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan tetap rendah dalam kisaran 1,1 persen – 1,9 persen dari PDB.

Selain itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan akan tetap surplus lebih besar dibandingkan tahun lalu, terutama dari arus modal asing khususnya dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) sejalan dengan langkah-langkah perbaikan iklim investasi di dalam negeri.

Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 akan terus berlanjut, meski peningkatan kasus covid-19 varian Omicron perlu diwaspadai.

Sejumlah indikator ekonomi hingga Februari 2022 tetap baik, antara lain penjualan eceran, ekspektasi konsumen dan PMI sektor manufaktur.

“Ditengah perbaikan masyarakat yang melandai, dengan perbaikan itu perekonomian domestik diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada 2022 menjadi 4,7-5,5 persen,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaInvestasi AsingModal Asing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.