• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Monash University Australia akan Buka Program Khusus S2 dan S3 di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
February 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Monash University Australia akan Buka Program  Khusus S2 dan S3 di Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah merestui perguruan tinggi Monash University membuka kampus di Indonesia.

Nantinya kampus dari Australia itu akan menaungi mahasiswa dijenjang doktoral dan magister. Meski begitu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih belum mengetahui lebih lanjut.

“Soal strukturnya gimana, nanti tanya kepada Monash. Itu hak mereka yang meng-announce seperti apa,” kata Mendikbud, Nadiem Makarim di Gedung Kemendikbud, Rabu (12/2/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut Nadiem, sejauh yang ia ketahui Monash akan membuka program S2 dan S3 bekerja sama Universitas di Indonesia dalam merintis berbagai macam riset partnership. Menurutnya, kesempatan itu sangat istimewa untuk Indonesia.

“Ini bagus sekali, kita nanti bisa dapat profesor-profesor yang bekerja sama dengan profesor di Indonesia untuk melakukan berbagai riset project,” jelas Nadiem.

Menurut Nadiem, program S3 di Indonesia banyak mengeluarkan penelitian. “Jadi itu yang nanti berkolaborasi dengan berbagai macam universitas di Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, keberadaan Monash juga dapat menekan devisa negara. Anak-anak Indonesia punya pilihan kuliah di dalam negeri tanpa harus mengeluarkan biaya hingga ke luar negeri.

“Anak-anak juga bisa lebih dekat ke keluarga mereka, dan devisa tidak keluar negeri juga. Jadi itu satu hal yang cukup baik untuk pendidikan di Indonesia dan didukung oleh pak presiden juga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) rampung. Kerja sama pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia bakal dikembangkan.

“Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri (PM Australia) Scott Morrison mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia,” kata Kepala Negara, Senin, 10 Februari 2020. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: IA-CEPAKemendikbudKerjasama Indonesia-AustraliaMonash University
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.