• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

MSIG Asia-CIAP Kolaborasi dalam Program Konservasi Keanekaragaman Hayati Selama 3 Tahun

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemerintah Indonesia Hentikan Pemberian Izin Baru Hutan Primer dan Lahan Gambut

Kerusakan Hutan Indonesia akibat pemberian izin secara serampangan. Ist

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – MSIG Asia dan Conservation International Asia Pacific (CIAP) sepakat menjalin kolaborasi program konservasi keanekaragaman hayati selama tiga tahun ke depan.

Kerja sama yang diumumkan pada Rabu (4/11/2020) itu bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan upaya keberlanjutan usaha di kawasan Asia Pasifik.

MSIG Asia berkomitmen untuk ikut mengembangkan masyarakat yang dinamis dan melindungi masa depan yang cerah bagi bumi. Karena itu, MSIG Asia akan mendukung sederet inisiatif konservasi keanekaragaman hayati di Asia Pasifik yang menopang kehidupan jutaan orang. Langkah-langkah tersebut akan diimplementasikan melalui pengelolaan air, makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan regulasi iklim pada ekosistem.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dengan menyadari bahwa keberlanjutan masyarakat bergantung pada model-model bisnis yang melestarikan Modal Alam (Natural Capital), kemitraan ini akan mendukung sejumlah inisiatif pelestarian keanekaragaman hayati di enam negara yang menjadi wilayah kerja MSIG Asia di Asia Pasifik—termasuk Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam, serta dua negara Pasifik, Fiji dan Kaledonia Baru, sebagai wilayah-wilayah dengan keanekaragaman hayati dengan jumlah terbanyak dan menjadi fokus konservasi CIAP.

Kemitraan ini ingin melestarikan hutan sekitar 9.500 hektar (setara dengan sekitar 13.00 lapangan sepakbola) dan laut seluas 72,500 hektar (sedikit lebih luas dari Singapura). Upaya-upaya tersebut diperkirakan mencegah atau mengisolasi sekitar 4,7 juta ton emisi karbon, setara dengan menyingkirkan sekitar 1 juta mobil dari jalanan setiap tahun, atau tingkat konsumsi sekitar 10,8 juta barel minyak bumi.

“Kemitraan ini menjadi lompatan untuk mengubah isu-isu keanekaragaman hayati menjadi langkah-langkah nyata, yakni dengan mengonsolidasikan aktivitas di lapangan, upaya konservasi, dan komunikasi di Asia. Dengan demikian, kita dapat melindungi, melestarikan, dan meningkatkan Modal Alam bersama pemimpin sektor nirlaba global yang menguasai keahlian dan pengetahuan guna menciptakan perekonomian yang melestarikan alam (nature-positive economy),” kata Alan J. Wilson, Deputy Head, International Business Department, Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd (Japan), dalam keterangan pers, Rabu (4/11/2020).

Di Asia, pesatnya pertumbuhan penduduk, pembangunan ekonomi, praktik-praktik yang tidak berkelanjutan, buruknya pengelolaan perikanan dan deforestasi, telah menurunkan kesehatan ekosistem secara drastis. Hal tersebut mengakibatkan krisis keanekaragaman hayati secara global sehingga mengancam kepunahan satu juta spesies binatang dan tumbuhan, dan juga mengancam mata pencaharian manusia.

Selama lebih dari 20 tahun, Conservation International Asia-Pacific telah berupaya untuk melestarikan wilayah-wilayah alam yang paling penting di Asia Pasifik demi kemaslahatan manusia melalui sains, riset, pendanaan, dan sejumlah kemitraan penting bersama kalangan pemerintah, swasta, akademisi, lembaga nonpemerintah, serta komunitas.

“Buktinya terlihat jelas—ekonomi yang berkembang dan masyarakat yang sehat memerlukan sistem lingkungan hidup yang sehat. Kini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi dalam nilai tambah lingkungan hidup demi generasi masa depan,” kata Dr Richard Jeo, Senior Vice President Asia-Pacific Field Division, Conservation International.

“Kami bangga bermitra dengan MSIG Asia guna membangun masyarakat yang berdaya tahan dan berbasiskan alam, serta didukung sains dan solusi inovatif,” imbuhnya.

Kolaborasi antara MSIG Asia dan CIAP kelak mencakup berbagai kegiatan seperti diskusi tentang pelestarian keanekaragaman hayati, inisiatif relawan, serta penyuluhan komunitas setempat yang melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk para pegawai MSIG, pihak perantara, dan pelanggan dalam upaya pelestarian keanearagaman hayati.

 

Untuk terus mendukung isu-isu keanekaragaman hayati, MSIG Asia pada hari ini meluncurkan portal informasi yang mengangkat konservasi keanekaragaman hayati. Portal tersebut akan menyajikan berbagai sumber-sumber informasi, termasuk kalkulator jejak karbon (carbon footprint) buatan Conservation International, serta konten edukasi yang menjelaskan keanekaragaman hayati dan manfaatnya bagi manusia, serta cara menjaga dan melindunginya. Masyarakat dapat mengunjungi portal informasi ini pada www.msig-asia.com/biodiversity.

Sebagai referensi, MSIG Asia, merupakan anak usaha Mitsui Sumitomo Insurance Company, Limited dan bagian dari MS&AD Insurance Group, adalah merek asuransi umum yang terkemuka di Asia dan menjangkau 46 negara di dunia. MSIG termasuk 10 grup asuransi non-jiwa terbesar di dunia berdasarkan pendapatan bruto. Selain itu, MSIG menjadi perusahaan asuransi No.1 di Jepang dengan peringkat kredit “A+ Stable”. Didukung lebih dari 40.000 pegawai di seluruh dunia, MSIG hadir di seluruh negara ASEAN dan Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Tiongkok Daratan, Korea, India dan Taiwan. (AT Network)

Tags: BiodiversityClimate ChangeConservation International Asia PacificKeanekaragaman HayatiKonservasi AlamKonservasi HutanMSIG AsiaSumitomo Mitsui Financial
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.