• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Napi Terinfeksi Covid-19 Picu Kerusuhan di Penjara Peru, 9 Orang Tewas

by Redaksi Asiatoday
April 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Napi Terinfeksi Covid-19 Picu Kerusuhan di Penjara Peru, 9 Orang Tewas

Kerusuhan di Penjara Lurigancho, Peru. Ist

AIATODAY.ID, LIMA – Insiden kerusuhan pecah di sebuah penjara di kota Lima, Peru. Sembilan narapidana tewas dan sejumlah sipir terluka.

Kerusuhan pecah usai narapidana di penjara tersebut diketahui meninggal akibat terinfeksi coronavirus (covid-19).

Kerusuhan terjadi pada Senin kemarin di penjara Castro Castro. Saat malam tiba, otoritas Peru mengklaim situasi telah terkendali dan merevisi jumlah korban tewas dari tiga menjadi sembilan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Melansir AFP, Rabu 29 April 2020, Institut Lembaga Pemasyarakatan Nasional Peru mencatat ada 60 sipir penjara, 5 polisi, dan 2 narapidana yang terluka dalam kerusuhan tersebut.

Sejauh ini, total kematian akibat covid-19 di sistem penjara Peru telah bertambah menjadi 15. Sementara jumlah kasus covid-19 di sejumlah penjara Peru telah melonjak menjadi lebih dari 600.

Peristiwa di penjara Castro Castro merupakan kelanjutan dari rangkaian kerusuhan terkait para narapidana yang khawatir tertular covid-19.

Selasa kemarin, narapidana di Lurigancho — penjara terbesar di Peru — menggelar unjuk rasa selama dua jam. Mereka menuntut agar otoritas Peru melindungi mereka dari ancaman pandemi covid-19.

“Jangan biarkan kami mati karena terinfeksi. Kami butuh obat-obatan,” tulis sebuah spanduk yang dibawa beberapa narapidana. Demonstrasi berakhir saat kepala sipir Lurigancho menandatangani sebuah perjanjian dengan narapidana.

Keluarga dari seorang narapidana meminta agar pemerintah memberikan amnesti.

“Mereka hanya divonis penjara, tapi bukan berarti harus mati di sana. Tolong, kami meminta pengampunan untuk mereka,” kata seorang wanita bernama Vilma kepada AFP.

Lurigancho adalah penjara yang didesain untuk menampung 2.500 narapidana. Namun saat ini, lebih dari 10 ribu narapidana diyakini sedang ditahan di Lurigancho. (ATN)

Tags: Lapas CibinongLapas IndonesiaRutan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.