• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

NATO Mulai Aktifkan Kekuatan Pasukan Darat, Udara dan Laut

by Redaksi Asiatoday
February 26, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NATO Mulai Aktifkan Kekuatan Pasukan Darat, Udara dan Laut

NATO Response Force. Dok

ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mulai mengaktifkan pasukan NATO Response Force sebagai tindakan defensif menanggapi invasi berkelanjutan Rusia ke Ukraina.

Panglima Tertinggi Sekutu NATO Jenderal Tod Wolters mengaktifkan kekuatan multinasional yang terdiri dari pasukan darat, udara, laut dan operasi khusus dari sekutu yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk mendukung aliansi NATO, seperti dikutip dari CNN, Jumat (25/2/2022).

Aktivasi pasukan tanggap tidak berarti bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) atau NATO akan masuk ke Ukraina, karena negara itu bukan anggota.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Presiden AS Joe Biden telah menjelaskan bahwa pasukan AS dikerahkan ke Eropa timur untuk membantu memperkuat negara-negara NATO yang gelisah tentang tindakan agresif Rusia, dan mereka tidak akan berperang di Ukraina.

“Ini adalah momen bersejarah dan pertama kalinya Aliansi menggunakan pasukan dengan kesiapan tinggi ini dalam peran pencegahan dan pertahanan. Mereka mewakili kekuatan tempur yang fleksibel dan kredibel yang dapat digunakan dalam berbagai cara dan kami memanfaatkan sepenuhnya kelincahan bawaan mereka,” ujar Wolters dalam sebuah pernyataan.

“Langkah-langkah pencegahan ini bijaksana dan meningkatkan kecepatan, daya tanggap, dan kemampuan kami untuk melindungi dan melindungi satu miliar warga yang kami bersumpah untuk melindungi.”

Pasukan belum dikerahkan tetapi dalam keadaan siaga. Tidak jelas berapa banyak pasukan yang akan ditampung oleh pasukan tanggap NATO.

Keputusan untuk mengaktifkan pasukan respons diumumkan setelah panggilan telepon Jumat (25/2/2022) pagi dengan para pemimpin NATO.

Dalam sebuah pernyataan di telepon, Biden mengatakan NATO tetap bersatu untuk menghadapi ancaman Putin terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

“Kami bergabung hari ini dengan mitra dekat kami Swedia, Finlandia, dan Uni Eropa,” bunyi pernyataan itu.

“Presiden Putin telah gagal dalam tujuannya untuk memecah belah Barat. NATO bersatu dan teguh seperti sebelumnya, dan NATO akan mempertahankan Pintu Terbukanya bagi negara-negara Eropa yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan kami dan yang suatu hari nanti mungkin ingin bergabung dengan Aliansi kami,”

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada hari Jumat (25/2/2022), bahwa aliansi masih perlu berbuat lebih banyak untuk menekan Kremlin untuk mengakhiri agresi militer di Ukraina.

“Kami harus siap untuk berbuat lebih banyak, bahkan jika itu berarti kami harus membayar harganya, karena kami berada di sini untuk jangka panjang,” katanya.

“Kami harus menganggap ini serius, dan itulah mengapa kami sekarang mengerahkan pasukan respons NATO untuk pertama kalinya dalam konteks pertahanan kolektif,” lanjutnya. (ATN)

Tags: Krisis UkrainaNATORusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.