ASIATODAY.ID, LONDON – Para pemimpin negara anggota Group of Seven (G7) — Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang — kini bergandengtangan dan berjanji akan “melakukan apapun yang diperlukan” untuk mengakhiri pandemi virus corona (Covid-19). Pernyataan itu disampaikan di tengah lonjakan kasus covid-19 di berbagai belahan dunia, terutama Eropa.
“Kami, pemimpin Group of Seven, mengakui bahwa pandemi covid-19 adalah tragedi kemanusiaan dan krisis kesehatan global, yang juga berpotensi memicu dampak signifikan terhadap perekonomian dunia,” ujar pernyataan gabungan G7, dilansir dari Guardian, Selasa (17/3/2020).
“Kami berkomitmen melakukan apapun yang diperlukan untuk memastikan respons global yang kuat melalui peningkatan kerja sama dan koordinasi,” lanjut mereka, yang bertatap muka via konferensi panggilan video.
“Walau tantangan saat ini mungkin membutuhkan langkah darurat nasional, kami tetap berkomitmen terhadap stabilitas perekonomian global,” ungkap G7.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan dari kantor Perdana Menteri Inggris, G7 akan berfokus pada beberapa hal berikut:
(1) Berkoordinasi terhadap langkah-langkah terkait kesehatan publik.
(2) Memulihkan kepercayaan, pertumbuhan, dan melindungi lapangan pekerjaan.
(3) Mendukung perdagangan dan investasi global.
(4) Mendorong kerja sama sains, riset, dan teknologi.
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, Selasa 17 Maret 2020, total kasus covid-19 secara global telah melampaui 181 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 78.088 orang
Lonjakan kasus dan kematian kini didominasi negara-negara Eropa, setelah covid-19 pertama kali muncul di China pada akhir 2019. WHO mengatakan pusat pandemi kini telah bergeser ke Eropa. (ATN)
,’;\;\’\’
