• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Negara G7 Lahirkan 4 Manifesto Perangi Pandemi Global Wabah Coronavirus

by Redaksi Asiatoday
March 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Negara G7 Lahirkan 4 Manifesto Perangi  Pandemi Global Wabah Coronavirus

Pertemuan para pemimpin negara G7. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – Para pemimpin negara anggota Group of Seven (G7) — Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang — kini bergandengtangan dan berjanji akan “melakukan apapun yang diperlukan” untuk mengakhiri pandemi virus corona (Covid-19). Pernyataan itu  disampaikan di tengah lonjakan kasus covid-19 di berbagai belahan dunia, terutama Eropa.

“Kami, pemimpin Group of Seven, mengakui bahwa pandemi covid-19 adalah tragedi kemanusiaan dan krisis kesehatan global, yang juga berpotensi memicu dampak signifikan terhadap perekonomian dunia,” ujar pernyataan gabungan G7, dilansir dari Guardian, Selasa (17/3/2020).

“Kami berkomitmen melakukan apapun yang diperlukan untuk memastikan respons global yang kuat melalui peningkatan kerja sama dan koordinasi,” lanjut mereka, yang bertatap muka via konferensi panggilan video.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Walau tantangan saat ini mungkin membutuhkan langkah darurat nasional, kami tetap berkomitmen terhadap stabilitas perekonomian global,” ungkap G7.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan dari kantor Perdana Menteri Inggris, G7 akan berfokus pada beberapa hal berikut:

(1) Berkoordinasi terhadap langkah-langkah terkait kesehatan publik.

(2) Memulihkan kepercayaan, pertumbuhan, dan melindungi lapangan pekerjaan.

(3) Mendukung perdagangan dan investasi global.

(4) Mendorong kerja sama sains, riset, dan teknologi.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, Selasa 17 Maret 2020,  total kasus covid-19 secara global telah melampaui 181 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 78.088 orang

Lonjakan kasus dan kematian kini didominasi negara-negara Eropa, setelah covid-19 pertama kali muncul di China pada akhir 2019. WHO mengatakan pusat pandemi kini telah bergeser ke Eropa. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona EropaCoronavirusCOVID-19G7Pandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.