ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Sebanyak 450 partisipan dari 56 negara bertemu di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18-21 Desember untuk menghadiri Kuala Lumpur Summit 2019.
Mengusung tema The Role of Development in Achieving National Sovereignty’, pertemuan tersebut bertujuan untuk mempertemukan akademisi, tokoh intelektual, politisi, hingga pemimpin komunitas dari negara-negara muslim dan membahas kepentingan umat. Di antaranya adalah kondisi umat muslim di dunia, migrasi, hingga isu Islamophobia.
KTT tersebut juga memiliki tujuh fokus, yaitu pembangunan dan kedaulatan nasional; integritas dan tata kelola yang baik; budaya dan identitas; keadilan dan kebebasan; perdamaian, keamanan dan pertahanan; perdagangan dan investasi; serta teknologi dan tata kelola internet.
Adapun para pemimpin dunia yang akan hadir di antaranya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; Emir Qatar Shaikh Amir Al Hamad Al Thamrin; Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Maruf Amin tidak dapat menghadiri KTT tersebut karena kelelahan.
“Ingin saya sampaikan bahwa dengan sangat menyesal kami mengumumkan wakil presiden tidak bisa hadir ke acara KL Summit karena tim dokter berkesimpulan wapres harus istirahat,” kata juru bicara wapres, Masduki Baidlowi melalui keterangan dari Setwapres, Rabu (18/12/2019).
Masduki mengatakan, Ma’ruf tak mengalami sakit tertentu namun perlu istirahat karena padatnya agenda belakangan ini.
Sebagai perwakilan di KTT Summit, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi. (ATN)
,’;\;\’\’
