• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Ekspor, Indonesia Bidik Negara Penyumbang Defisit dan Optimalkan Perjanjian Dagang

by Redaksi Asiatoday
January 29, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia-Singapura Bangun Kolaborasi Data Ekspor Impor

Pelabuhan Tanjung Priok, salah satu hub ekspor dan impor Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berpacu mencari terobosan untuk memaksimalkan ekspor dan perdagangan Indonesia di pasar global. Selain membidik pasar ekspor negara-negara penyumbang difisit, Indonesia juga akan memaksimalkan perjanjanian dagang dengan memaksimalkan hub Asia Tenmggara.

Kemendag menargetkan untuk ekspor nonmigas pada 2021 harus mampu tumbuh 6,3 persen senilai USD164,76 miliar dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2020 yang mencapai USD154,99 miliar.

“Negara-negara penyumbang defisit terbesar seperti China dan Australia akan menjadi tujuan ekspor tahun ini,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dalam konferensi pers, Jumat (29/1/2021).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Menurut Lutfi, keberhasilan dalam mencapai target ekspor nonmigas ini akan sangat bergantung pada keberhasilan vaksinasi di sejumlah mitra utama dan keberhasilan reformasi perekonomian nasional melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

“Selain itu, peluang peningkatan ekspor juga datang dari potensi-potensi ekspor produk baru,” jelasnya.

Berdasarkan pemetaan Kementerian Perdagangan, terdapat sejumlah produk yang potensial untuk digenjot ekspornya seperti otomotif dengan negara tujuan baru seperti China, Brasil dan Myanmar. Kemudian ekspor logam dan produk logam ke Turki, China, Uni Emirat Arab (UEA) dan Filipina. Sementara produk dari karet akan digenjot ekspornya ke China, Australia, dan Vietnam.

Meski ekspor nonmigas mengalami kontraksi 0,57 persen pada 2020, Lutfi mengemukakan ekspor ke dua mitra utama tercatat masih tumbuh. Ekspor ke China naik 15,59 persen dan Amerika Serikat (AS) tumbuh 4,58 persen.

Kemendag menargetkan ekspor ke China pada 2021 bisa tumbuh 10,99 persen dan diproyeksi naik 7,86 persen meski negara tersebut merupakan penyumbang defisit terbesar tahun lalu, yakni sebesar USD9,42 miliar.

Optimalkan Perjanjian Dagang

Strategi lain untuk mendongkrak ekspor Indonesia, melalui optimlaisasi perjanjian dagang.

“Perjanjian perdagangan kawasan penting untuk dilakukan. Di kawasan ASEAN, Indonesia adalah negara terbesar dan strategis. Hal ini dapat menunjukkan ke komunitas internasional bahwa Asia Tenggara adalah kawasan yang diperhitungkan sehingga bisa menjadi hub untuk berinteraksi dengan kawasan-kawasan lain,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (29/1/2021).

Jerry menjelaskan peran penting Indonesia pada penyelesaian perjanjian perdagangan di kawasan seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga ikut menunjukkan bahwa posisi Indonesia strategis dan signifikan di mata internasional.

Terkait produk berpotensi ekspor, Jerry melihat ada potensi besar dari produk-produk digital buatan dalam negeri, misalnya di sektor gim daring dan produk-produk simulator untuk keperluan kesehatan maupun militer.

Menurutnya, produk-produk seperti gim daring dan produk simulator tersebut dapat menjadi terobosan ekspor komoditas Indonesia.

“Indonesia punya itu. Kita bisa lakukan business matching dengan vendor-vendor di luar negeri. Terobosan seperti ini yang harus kita kembangkan, bagaimana kita melihat produk-produk digital itu bisa dijadikan produk ekspor andalan,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan menjaga pasar dan ekspor produk utama Indonesia, serta meningkatkan penetrasi ke pasar nontradisional merupakan bagian dari strategi perdagangan luar negeri yang akan ditempuh saat ini.

“Nilai ekspor ke pasar-pasar nontradisional relatif belum signifikan, tetapi pasar nontradisional seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin memiliki potensi yang cukup besar,” kata Kasan.

Kasan menambahkan melalui program peningkatan ekspor, Kemendag terus berupaya meningkatkan ekspor produk-produk yang bernilai tambah. (ATN)

Tags: Asean TradeAsia BusinessAsia TradeEkspor IndonesiaKemendag RI
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.