ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) di negara super power Amerika Serikat dinilai menjadi bencana yang paling mengerikan.
Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat (AS), Dr. Anthony Fauci, pada Minggu (29/3/2020) memperkirakan 100.000 orang di AS bisa meninggal akibat pandemi virus corona (Covid-19) ini. Angka itu lebih besar lima puluh kali lipat dibandingkan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS saat ini.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN, Fauci mengatakan bahwa AS bisa menghadapi “jutaan kasus” Covid-19. VOA, Senin (30/3/2020) melaporkan, para pejabat telah secara resmi menyatakan adanya 124.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 2.100 orang meninggal dunia, kedua angka itu terus meningkat dari hari ke hari.
Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Amerika Dr. Anthony Fauci dan Direktur Pusat Keamanan Kesehatan di John Hopkins University Dr. Thomas Inglesby, menentang pernyataan Presiden Trump bahwa saran untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus corona dapat dilonggarkan.
Pekan lalu, Trump mengatakan bisnis di Amerika dapat “mulai bersiap menyambut” Paskah, yang akan jatuh pada 12 April mendatang.
Fauci mengatakan ia hanya akan mendukung pelonggaran perlindungan anti-virus corona di daerah-daerah yang terkena dampak lebih ringan jika ada peningkatan alat pengujian untuk memantau daerah-daerah itu. Tetapi ditegaskannya, “untuk saat ini masih dipertanyakan apakah alat pengujiannya akan cukup.”
Rekomendasi otoritas kesehatan Amerika sebelumnya untuk melakukan “social distancing” guna memperlambat perebakan virus sedianya berakhir pada Senin, tetapi Inglesby mengatakan dalam program “Fox News Sunday”.
“Saya kira kita belum membuat banyak kemajuan berarti” dalam hal pembatasan ini agar dapat melihat dampak yang cukup besar. “Kita masih harus mempertahankan social distancing,” ujarnya.
Peningkatan jumlah korban virus corona di Amerika sudah sampai di titik yang mengkhawatirkan di mana terjadi 1.000 kematian pertama dalam lebih dari satu bulan, dan 1.000 kematian kedua dalam dua hari terakhir. (ATN)
