• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pakar : Wabah Covid-19 Bisa Merenggut Nyawa 100 Ribu Orang di Amerika

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar : Wabah Covid-19 Bisa Merenggut Nyawa 100 Ribu Orang di Amerika

Negara Amerika Serikat (USA). Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) di negara super power Amerika Serikat dinilai menjadi bencana yang paling mengerikan.

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat (AS), Dr. Anthony Fauci, pada Minggu (29/3/2020) memperkirakan 100.000 orang di AS bisa meninggal akibat pandemi virus corona (Covid-19) ini. Angka itu lebih besar lima puluh kali lipat dibandingkan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS saat ini.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN, Fauci mengatakan bahwa AS bisa menghadapi “jutaan kasus” Covid-19. VOA, Senin (30/3/2020) melaporkan, para pejabat telah secara resmi menyatakan adanya 124.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 2.100 orang meninggal dunia, kedua angka itu terus meningkat dari hari ke hari.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Amerika Dr. Anthony Fauci dan Direktur Pusat Keamanan Kesehatan di John Hopkins University Dr. Thomas Inglesby, menentang pernyataan Presiden Trump bahwa saran untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus corona dapat dilonggarkan.

Pekan lalu, Trump mengatakan bisnis di Amerika dapat “mulai bersiap menyambut” Paskah, yang akan jatuh pada 12 April mendatang.

Fauci mengatakan ia hanya akan mendukung pelonggaran perlindungan anti-virus corona di daerah-daerah yang terkena dampak lebih ringan jika ada peningkatan alat pengujian untuk memantau daerah-daerah itu. Tetapi ditegaskannya, “untuk saat ini masih dipertanyakan apakah alat pengujiannya akan cukup.”

Rekomendasi otoritas kesehatan Amerika sebelumnya untuk melakukan “social distancing” guna memperlambat perebakan virus sedianya berakhir pada Senin, tetapi Inglesby mengatakan dalam program “Fox News Sunday”.

“Saya kira kita belum membuat banyak kemajuan berarti” dalam hal pembatasan ini agar dapat melihat dampak yang cukup besar. “Kita masih harus mempertahankan social distancing,” ujarnya.

Peningkatan jumlah korban virus corona di Amerika sudah sampai di titik yang mengkhawatirkan di mana terjadi 1.000 kematian pertama dalam lebih dari satu bulan, dan 1.000 kematian kedua dalam dua hari terakhir. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatCoronavirusCOVID-19Pandemi GlobalWorld Corona
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.