• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Palestina Akhiri Seluruh Perjanjian dengan Israel dan Amerika

by Redaksi Asiatoday
May 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Palestina Akhiri Seluruh Perjanjian dengan Israel dan Amerika

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (tengah). Ist

ASIATODAY.ID, LONDON – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan mengakhiri semua perjanjian yang ditandatangani dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Abbas menegaskan hal itu dalam pertemuan darurat di Ramallah untuk membahas rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat Palestina, pada Selasa (19/5/2020).

Ia mengatakan, keputusan itu termasuk perjanjian keamanan dengan Israel, termasuk yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Organisasi Pembebasan Palestina dan Negara Palestina dibebaskan, sampai hari ini, dari semua perjanjian dan pemahaman dengan pemerintah Amerika dan Israel dan semua kewajiban berdasarkan pada pemahaman dan perjanjian ini, termasuk yang keamanan,” kata Abbas dilansir dari Arab News.

Pengumuman dramatis itu muncul ketika Israel bersiap untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki dalam sikap yang diadopsi oleh pemerintah koalisi baru yang disumpah pada hari Minggu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji dalam kampanye pemilihannya untuk mencaplok wilayah Lembah Jordan di wilayah Palestina.

Abbas mengatakan pemotongan perjanjian itu berarti Israel sekarang harus memikul semua tanggung jawab dan kewajiban di depan komunitas internasional sebagai kekuatan pendudukan.

Ia juga menyerang AS, yang di bawah pemerintahan Donald Trump telah mengambil garis keras terhadap Palestina, termasuk mengembalikan kedutaan AS ke Yerusalem.

“Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab penuh atas penindasan yang menimpa rakyat Palestina dan kami menganggapnya sebagai mitra utama dengan pemerintah pendudukan Israel dalam semua keputusan dan tindakan agresif dan tidak adil terhadap rakyat kami,” Kata Abbas. (ATN)

Tags: Amerika SerikatIsraelPalestinaYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.