• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pandemi Global Covid-19 Memasuki Fase Baru Paling Berbahaya

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan laju penyebaran Covid-19 di level global meningkat tajam dan telah mencapai sebuah fase baru yang paling berbahaya.

Pernyataan disampaikan usai WHO menerima laporan akumulasi jumlah kasus harian covid-19 pada Kamis kemarin, yang totalnya melampaui 150 ribu, terbesar dalam kurun waktu satu hari.

“Hampir separuh dari total kasus ini berasal dari benua Amerika dan sebagian lainnya dari Asia Selatan dan Timur Tengah,” terang Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Saat ini dunia sedang memasuki fase baru yang berbahaya,” kata dia menyitat NZ Herald, Sabtu (20/6/2020).

Tedros mengaku memahami kekhawatiran negara-negara global yang ingin segera memulai kembali perekonomian.

Namun ia juga memperingatkan bahwa covid-19 masih tetap mematikan, dan sebagian besar orang masih relatif rentan terhadap virus tersebut.

WHO juga turut menyinggung mengenai kemunculan klaster baru covid-19 di China, negara pertama yang mengonfirmasi kemunculan virus tersebut pada akhir 2019. Klaster baru itu muncul dari salah satu pasar terbesar di Beijing, Xinfadi.

Dr Michael Ryan dari WHO menduga sejumlah kasus baru covid-19 di ibu kota China kemungkinan tipe “impor” atau berasal dari luar negeri.

Data otoritas China pada Jumat kemarin juga menunjukkan bahwa virus covid-19 yang beredar di Beijing saat ini mirip dengan jenis yang ada di Eropa.

Namun Ryan menekankan bahwa bukan berarti seluruh kasus covid-19 di Beijing saat ini berasal dari Eropa.

“Tidak ada indikasi bahwa Eropa adalah tempat asalnya. Apa yang saya katakan adalah, virus ini mungkin diimpor dari luar Beijing pada suatu waktu,” sebut Ryan.

“Menentukan kapan hal itu terjadi dan sudah berapa lama transmisinya merupakan hal penting,” jelasnya.

Covid-19 dari klaster Beijing pertama kali terdeteksi dari papan pemotongan ikan salmon di pasar Xinfadi. Ryan mengatakan wabah baru di Beijing mendemonstrasikan “betapa berbahayanya sebuah klaster dalam lingkungan tertutup.” (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Pandemi GlobalWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.