• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Para Ilmuwan Luncurkan Proyek Riset Kehidupan di Luar Angkasa

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Para Ilmuwan Luncurkan Proyek Riset Kehidupan di Luar Angkasa

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah program riset terbaru diluncurkan oleh para ilmuwan untuk meneliti tentang kehidupan asing di luar angkasa.

Proyek tersebut menggunakan skema dan teknik terbaru untuk menjelajahi langit dengan tujuan dan harapan untuk menemukan data yang bisa menjadi indikasi dan bukti adanya kehidupan di luar bumi.

Tak hanya itu, data dari proyek pencarian itu juga dapat diakses oleh masyarakat umum dengan harapan bahwa ilmuwan lain hingga masyarakat dapat menemukan bukti potensial dari apa yang mereka temukan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Melansir Independent, Minggu (16/2/2020), proyek tersebut merupakan kolaborasi antara para peneliti dari Search for Extraterrestrial Intelegence (SETI) Institute dan National Radio Astronomy Observatory (NRAO).

Director NRAO Tony Beasley mengungkapkan proyek ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menentukan apakah manusia merupakan satu-satunya bentuk kehidupan di semesta atau ada bentuk kehidupan lain di luar angkasa.

“Menentukan apakah kita manusia sendirian di alam semesta sebagai kehidupan yang memiliki teknologi adalah salah satu pertanyaan paling menarik dalam sains,” jelas dia dalam sebuah pernyataan.

Melalui proyek ini, ilmuwan SETI Institute berencana mengembangkan sistem yang akan diintegrasikan dengan teleskop Very Large Array (VLA), yang berpusat di Meksiko dan memberikan data ke sistem perncarian teknolaturinya.

Beasley mengatakan bahwa bentuk kehidupan lain dapat dilihat dari indikator yang bisa dideteksi seperti sejumlah besar oksigen, metana, dan berbagai bahan kimia lainnya. Untuk itu, para ilmuwan juga mengembangkan model komputer yang bisa mensimulasikan lingkungan luar angkasa.

Sementara itu, peneliti NASA Virtual Planetary Laboratory di Universitu of Washington, Victoria Meadows, mengatakan bahwa teknologi teleskop ruang angkasa di masa depan akan memiliki kemampuan untuk mengamati atmosfer planet dan benda langit lainnya.

“Model-model komputer ini akan membantu kita menentukan pakah sebuah planet yang diamati memiliki tanda-tanda kehidupan atau tidak,” katanya.

Adapun, proyek dari SETI Institute sebelumnya yang bernama SETI Breakthrough Listen Initiative telah merilis hampir dua petabyte data dari survei paling komprehensi di dunia tentang emisi radio pesawat di galaksi Bima Sakti dan sekitar lubang hitam.

SETI juga kini mengundang ilmuwan lainnya untuk mencari data dari berbagai teleskop di dunia untuk mendapatkan temuan-temuan yang lebih baik.

Para ilmuwan SETI berharap bahwa ilmuwan dari kalangan masyarakat dapat menemukan hal-hal menarik seperti fenomena alam yang tidak diketahui atau sesuatu yang lebih tak terduga, seperti kehidupan alien. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Extraterrestrial Intelegence InstituteLuar AngkasaRadio Astronomy ObservatorySainsUniversitas Riset Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.