• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Para Pakar dari 10 Negara Asia Pasific Bertemu di IPB Bahas Pesisir dan Laut

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Para Pakar dari 10 Negara Asia Pasific Bertemu di IPB Bahas Pesisir dan Laut

Potensi Agromaritim di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, BOGOR – Para ahli dan pakar dari 10 negara yang tergabung dalam The Society for Coastal Ecosystems Studies – Asia Pacific (SCESAP) menghadiri International Symposium 2019 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai tanggal 12 hingga 16 Agustus 2019.

Chairman of Local Organizing Commuter SCESAP International Simposium Prof Yusli Wardiatno, mengatakan, pembahasan ekosistem pesisir ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang pelaksanaannya kini menginjak kali ketiga, dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

“Sumber daya pesisir dan laut sangat penting, bagaimana pun kita bisa belajar dari negara-negara lain, ada 10 negara termasuk Indonesia,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu, saat ini masih banyak hal yang tersembunyi mengenai sumberdaya pesisir dan laut. Maka, eksplorasi bioteknologi menurutnya mampu mengungkap potensi-potensi yang memberikan nilai tambah bagi sumberdaya pesisir dan laut.

“Sebenarnya dengan adanya simposium ini kita bisa saling sharing, saling melihat, bisa saling bekerjasama ke depannya. Kali ini temanya Achieving Sustainable Development Goal (SDG) 14,” kata Prof Yusli.

Ia menyebutkan, beberapa yang dibahas dalam simposium antara lain tata kelola dan pengelolaan perikanan berkelanjutan, inovasi dan bioteknologi untuk mendukung target SDG 14, perubahan iklim dan resiliensi pesisir, serta keanekaragaman hayati dalam konteks sosial dan budaya.

Kegiatan yang diikuti oleh 180 partisipan itu meliputi dari negara Indonesia, Jepang, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, Singapura, India, Rusia, dan Jerman.

Kegiatan yang digelar selama lima hari ini akan ditutup dengan observasi lapang ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk di Jakarta Utara pada 16 Agustus 2019. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: IPBKonservasi LautLaut
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.