• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parah, Mafia Hukum dan Tambang di Indonesia di Back Up Pejabat

by Redaksi Asiatoday
May 30, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Parah, Mafia Hukum dan Tambang di Indonesia di Back Up Pejabat

Aktivitas tambang nikel ilegal di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam) Mahfud MD mengakui bahwa mafia hukum hingga mafia tambang paling sulit diberantas di negeri itu.

Mahfud MD menegaskan hal itu melalui saluran YouTube resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia RI.

“Mereka sulit ditangani karena terkadang bercampur antara orang ingin berusaha baik-baik, orang yang ingin berusaha secara ilegal, bercampur dengan preman, bercampur dengan back up dari pejabat,” ujar Mahfud dalam streaming YouTube, Selasa (30/5/2023).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak takut untuk menuntaskan permasalahan mafia di Indonesia.

Namun Mahfud merasa tidak nyaman jika harus menegur pelaku mafia tersebut, khususnya mafia yang di back up oleh pejabat.

“Kadang kala kita menyelesaikan masalah itu ada di backing ini dan backing itu, sebenarnya tidak takut juga saya, tapi tidak enak kalau saya harus bilang “wong sangat penting jangan back up gitu dong” misal bilang ke atasannya dan seterusnya,” jelasnya.

Mahfud MD mengaku memiliki berbagai cara untuk menuntaskan permasalahan mafia tersebut, salah satunya membuka kasus kepada publik agar pelaku mafia tidak bisa menghindar.

Dia mencontohkan kasus Ferdy Sambo, banyak pihak mengatakan kasus ini merupakan persoalan tembak menembak antara pelaku dan korban.

Namun dia tidak percaya dengan hal ini, dan meminta kepada penyidik untuk terus menindaklanjuti. Pada akhirnya mengerucut kalau kasus ini adalah pembunuhan.

“Daripada saya berbisik atau berbicara berdua, lebih baik saya bicara secara terbuka agar pelaku tidak bisa menghindar. Bukan saya ingin sombong, tapi ketika saya berbicara, dukungan publik itu mengalir, kalau dukungan publik mengalir dia tidak bisa mengelak,” tandasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Illegal MiningMafia HukumMafia Tambang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.