• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parlemen Eropa Kecam Aneksasi Tepi Barat Palestina

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UE Tarik Pajak Biodisel Indonesia Sebesar 18 Persen Per Hari Ini

European Union (EU). Doc

ASIATODAY.ID, BRUSSEL – Rencana Israel mencaplok Tepi Barat Palestina dan Lembah Yordan terus mendapat penolakan dari berbagai negara.

Sebanyak 1.080 anggota parlemen dari negara anggota Uni Eropa mengecam rencana Israel itu. Mereka menyebut langkah demikian fatal bagi perdamaian Palestina-Israel.

Dalam surat yang ditandatangani bersama, mereka mendesak para pemimpin Eropa bertindak tegas dalam merespons rencana Israel.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Akuisisi wilayah secara paksa tidak memiliki tempat pada tahun 2020 dan harus memiliki konsekuensi sepadan,” kata mereka dalam surat yang dirilis pada Selasa (23/6/2020), melansir Aljazirah.

Para anggota parlemen itu pun menyorot rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk untuk konflik Israel-Palestina, yang disusun pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam rencana tersebut, Washington mengakui kedaulatan Israel atas sebagian wilayah Tepi Barat.

“Kami, para anggota parlemen di seluruh Eropa berkomitmen terhadap tatanan global berbasis aturan, berbagi keprihatinan serius tentang rencana Presiden Trump untuk konflik Israel-Palestina dan prospek segera pencaplokan Israel atas wilayah Tepi Barat. Kami sangat khawatir tentang preseden yang akan ditetapkan untuk hubungan internasional pada umumnya,” kata mereka.

Surat tersebut ditandatangani anggota majelis nasional dan parlemen dari Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, dan Jerman. Selain itu ada pula Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, dan Norwegia. Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss juga ikut ambil bagian.

Mereka merilis surat tersebut saat Dewan Keamanan PBB hendak menggelar pertemuan untuk membahas tentang rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel pada Rabu (24/6).

Saat membuka pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Israel membatalkan rencana aneksasinya. Selain membahayakan prospek solusi dua negara, pencaplokan merupakan pelanggaran berat dan paling serius terhadap hukum internasional.

Israel berencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat pada 1 Juli mendatang. Israel telah menyatakan tidak akan mengakui negara Palestina sebagai bagian dari rencana aneksasi tersebut. (ATN)

Tags: IsraelPalestinaUni EropaYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.