• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parlemen Indonesia Dorong Kemitraan yang Sehat antara Uni Eropa-ASEAN

by Redaksi Asiatoday
June 24, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Parlemen Indonesia Dorong Kemitraan yang Sehat antara Uni Eropa-ASEAN

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon. Dok DPR

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Parlemen Indonesia mendorong lahirnya kemitraan strategis dan lebih sehat antara Uni Eropa-ASEAN.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon saat berbicara dalam forum dialog antara Parlemen Eropa dengan Parlemen Negara-negara ASEAN (AIPA), Selasa (22/6/2021).

Mewakili Parlemen Indonesia, Fadli menjadi pembicara di sesi panel pertama bersama Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut Fadli, memasuki usia hubungan diplomatik ke-44 tahun antara Uni Eropa dan ASEAN, Parlemen Eropa harus lebih aktif membangun dialog, demi terbangunnya kemitraan yang lebih sehat.

Fadli menyoroti sejumlah isu dalam kemitraan dagang antara Uni Eropa-ASEAN, salah satunya terkait hambatan dalam perdagangan seperti isu kelapa sawit. Sebab sampai saat ini, kelapa sawit seringkali mendapatkan penilaian yang cenderung tidak adil jika dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

“Kelapa sawit dikategorikan sebagai High Risk ILUC (Indirect Land Used Change) oleh Uni Eropa. Padahal, tingkat produktivitasnya lebih tinggi ketimbang minyak nabati lain yang lebih menghabiskan banyak lahan ketimbang kelapa sawit. Tidak boleh ada diskriminasi soal minyak sawit dari Indonesia. Diskriminasi terhadap produk pertanian tak akan membantu negara berkembang, justru makin memperburuk kehidupan para petani yang tergantung pada komoditas itu,” kata Fadli.

Lebih jauh, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyampaikan pentingnya masa depan perdagangan antara Uni Eropa-ASEAN, khususnya terkait pendekatan bilateral dan kemungkinan pengaktifan kembali negosiasi perdagangan regional antara Uni Eropa dengan ASEAN. Sebab negosiasi sempat ditunda untuk memberikan kesempatan bagi negosiasi bilateral.

Peningkatan status hubungan diplomatik antara kedua entitas, dari dialog menjadi partner strategis, diharapkan juga dapat membuka kesempatan bagi peluang kerja sama di bidang-bidang baru. Mulai dari kerja sama membangun ketahanan kesehatan regional, ataupun pengembangan energi terbarukan.

Fadli memandang, kedua bidang ini berpeluang untuk memperkuat pemulihan ekonomi pascapandemi, khususnya melalui investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan baru.

“Ada optimisme bahwa ke depan hubungan dagang antara Uni Eropa dengan ASEAN akan terus meningkat dan berkembang. Uni Eropa-ASEAN adalah mitra strategis yang memiliki banyak kesamaan, khususnya dalam komitmen menjaga multilateralisme dan tatanan internasional. Demikian halnya dengan negosiasi perdagangan regional,  akan dapat dilanjutkan ketika negosiasi-negosiasi bilateral telah berhasil disepakati,” tandas Fadli. (ATN)

Tags: AIPA-ASEAN Leaders’ InterfaceASEAN-Uni EropaFadli Zon LibrarySawit Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.