• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pasar Properti Singapura Meredup

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga China Dominasi Pembelian Apartemen Mewah di Singapura

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pasar properti di Singapura tengah meredup. Pasalnya, penjualan apartemen mengalami kemerosotan pada Desember 2019.

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority Singapura, pengembang di negeri itu hanya menjual 538 unit apartemen sepanjang Desember 2019, turun 54 persen dibandingkan dengan penjualan pada November sebanyak 1.165 unit.

Penurunan penjualan juga merupakan dampak dari turunnya jumlah unit yang diluncurkan yang hanya mencapai 370 unit apartemen pada Desember, jauh di bawah 947 unit diluncurkan pada November.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Harga hunian di Singapura juga hanya mengalami kenaikan tipis 0,30 persen pada kuartal akhir 2019, melambat dari kuartal sebelumnya yang naik 1,30 persen. Hal ini dinilai sebagai dampak dari aturan pemerintah yang diterapkan sejak Juli 2018 yang membebani pasar.

Di lain pihak, pasar properti Singapura juga mengalami kelebihan pasokan dengan adanya 32.000 unit apartemen yang belum terjual. Hal ini membuat bank sentral Singapura memberi peringatan kepada pengembang untuk menekan harga lebih dalam lagi.

“Penjualan diperkirakan tetap rendah pada bulan Januari ini dengan adanya peringatan Tahun Baru Imlek pada 25 Januari mendatang. Setelah libur besar selesai, penjualan mungkin baru akan kembali naik,” jelas Head of Research APAC Realty Ltd. di Singapura Nicholas Mak, melansir Bloomberg Senin (20/01/2020).

Menirit Mak, pengembang tidak mungkin menurunkan harga. Reputasi pengembang bakal hancur apabila sebelumnya mereka meluncurkan proyek dengan harga tinggi, kemudian tak berselang lama meluncurkan proyek yang harganya lebih murah.

Christine Sun, Head of Research and Consultancy OrangeTee & Tie Pte., menambahkan bahwa permintaan hunian diperkirakan tetap kuat dan penjualan bisa mencapai 9.000 hingga 9.800 unit pada 2020. Sementara untuk harga kemungkinan bisa naik 2 persen hingga 4 persen. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Industri PropertyProperti AsiaSingapuraSingapura Property
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.