• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Lebak

by Redaksi Asiatoday
May 13, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Lebak

Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Lebak. Foto : antara

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Seekor paus spesies paus pilot mati terdampar di Pantai Cemara Binuangeun, di Kabupaten Lebak, Banten diduga akibat cuaca buruk yang melanda Perairan Samudera Hindia.

“Kami menduga mamalia anak ikan paus itu terdampar akibat gelombang tinggi disertai angin kencang,” kata Bayi, seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Binuangeun Kabupaten Lebak, dikutip Antara, Selasa (12/5/2020).

Menurut dia, biasanya saat cuaca buruk kerapkali populasi paus terdampar ke pesisir pantai, terkadang mati namun terkadang bisa kembali ke laut.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Sepanjang 2020, baru pertama kali ikan paus terdampar di Pantai Cemara Binuangeun.

“Kami tahun ini baru mendengar ikan paus yang terdampar dalam kondisi mati,” jelasnya.

Belakangan, kondisi Perairan Samudera Hindia kurang bersahabat, selain gelombang tinggi juga angin cukup kencang, bahkan nelayan di TPI Muara tidak berani melaut.

“Kami memperkirakan anak paus yang terdampar di Pantai Cemara mati sejak Senin (11/5), karena gelombang tengah pasang dengan ketinggian sekitar tiga meter dan angin cukup kencang,” ujar Darman, nelayan lainnya.

Sementara itu, sejumlah nelayan Binuangeun Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak mengaku terpaksa menguburkan bangkai anak paus pilot itu guna mencegah bau yang tidak sedap, meski pantai itu jarang didatangi warga setempat.

Pantai Cemara yang lokasinya tidak jauh dengan Jalan Raya Malingping-Binuangeun penuh sampah berserakan.

“Kami bersama nelayan dan warga setempat menguburkan anak paus itu,” kata Herman, seorang nelayan warga Binuangeun, Kabupaten Lebak. (Ant)

Tags: Konservasi LautPaus TerdamparSpesies Langka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.