• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Serukan Kepada Myanmar Hentikan Kebencian terhadap Rohingya

by Redaksi Asiatoday
December 28, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB Serukan Kepada Myanmar Hentikan Kebencian terhadap Rohingya

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meloloskan sebuah resolusi yang mengecam pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Rohingya dan etnis minoritas lainnya di Myanmar. Resolusi juga mendesak Myanmar untuk menghentikan hasutan kebencian terhadap sejumlah etnis minoritas, termasuk Rohingya.

Ribuan Rohingya tewas dibunuh dan lebih dari 700 ribu dari mereka melarikan diri ke Bangladesh dalam operasi militer Myanmar di Rakhine pada 2017. Myanmar berkukuh operasi kala itu dilakukan untuk membasmi ancaman ekstremisme.

Belum lama ini di Mahkamah Peradilan Internasional (ICJ), pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi menolak tudingan telah terjadinya genosida terhadap Rohingya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Melansir BBC, Sabtu (28/12/2019), resolusi terbaru PBB yang diloloskan pada Jumat 27 Desember mengekspresikan kekhawatiran mengenai gelombang eksodus Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh dalam empat dekade terakhir.

Disebutkan dalam resolusi bahwa eksodus berlangsung “usai terjadinya kekejaman yang dilakukan aparat keamanan dan pasukan bersenjata Myanmar.” Resolusi menyoroti temuan dari sebuah tim independen internasional mengenai pelanggaran HAM dan penyiksaan yang dialami Rohingya serta etnis minoritas lainnya oleh pasukan keamanan Myanmar.

Melalui resolusi terbaru, PBB menyerukan Myanmar untuk melindungi semua grup minoritas dan memastikan adanya keadilan bagi seluruh pelanggaran HAM. Resolusi ini diloloskan lewat dukungan dari 134 negara, dengan 9 menentang dan 28 abstain.

Meski tidak mengikat secara hukum, resolusi Majelis Umum PBB ini dapat merefleksikan opini dunia.

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Hau Do Suan, menilai resolusi ini sebagai “contoh klasik dari standar ganda serta penerapan norma-norma HAM yang selektif dan diskriminatif.”

Ia menyebut resolusi ini didesain untuk memberikan “tekanan politik” terhadap Myanmar, dan bukan untuk mencari solusi dari “situasi kompleks di Rakhine State.”

Gambia, negara kecil di Afrika Barat, membawa kasus Rohingya ke ICJ mewakili sejumlah negara mayoritas Muslim lainnya. Saat berada di ICJ, Suu Kyi menyebut kasus yang dibawa Gambia ini “tidak lengkap dan keliru.”

Suu Kyi menyebut masalah di Rakhine, tempat tinggal ratusan ribu hingga jutaan Rohingya, sudah ada sejak berabad-abad lalu. Ia mengatakan kekerasan di Rakhine merupakan “konflik bersenjata internal” yang dipicu serangan kelompok militan Rohingya terhadap pos keamanan Myanmar.

Peraih Nobel Perdamaian itu mengakui bahwa militer Myanmar mungkin bertindak berlebihan dalam menjalankan operasi di Rakhine. Namun ia menegaskan bahwa prajurit Myanmar yang terbukti melakukan kejahatan perang akan diseret ke hadapan hukum dan diadili. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Aung San Suu KyiPerserikatan Bangsa-BangsaRakhine StateRohingyaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.