• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Serukan Negara-negara Terpapar Covid-19 Bebaskan Para Tahanan

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB Diminta Buka Pintu Bagi Taiwan

United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak negara-negara di dunia untuk melindungi orang-orang yang ditahan dalam penjara dari pandemi wabah coronavirus (Covid-19) dengan membebaskan para tahanan yang rentan terpapar virus mematikan tersebut.

Kepala Bidang HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan, Covid-19 telah melanda penjara, pusat penahanan imigrasi, hingga rumah sakit jiwa.

“Para otoritas harus membebaskan mereka yang sangat rentan terhadap covid-19, seperti tahanan yang lebih tua dan mereka yang sakit,” katanya dikutip dari AFP, Minggu (29/3/2020).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengingatkan agar semua negara membangun solidaritas bersama untuk melawan penyebaran virus corona atau covid-19 secara bersama-sama.

“Covid-19 mengancam seluruh umat manusia, umat manusia harus melawan. Aksi bersama dan solidaritas sangat penting. Respons masing-masing negara dalam memerangi covid-19 tidak akan cukup,” terang Antonio Guterres saat meluncurkan program kemanusiaan USD2 miliar bagi orang-orang termiskin di dunia.

Bagaimana Indonesia?

Anggota Komisi 3 DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Arsul Sani mengingatkan pemerintah bahwa over kapasitas yang terjadi di banyak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Indonesia berpotensi besar menyebabkan terjadinya penyebaran wabah virus corona.

Arsul Sani menerangkan bahwa jumlah narapidana dan tahanan di seluruh Lapas dan Rutan yang berada dibawah Ditjen Pemasyarakatan berkisar 270 ribuan dan begitu banyak lapas yang over kapasitas.

“Kita meminta agar Presiden mempertimbangkan pemberian amnesti umum atau grasi secara selektif terhadap narapidana kasus tertentu, termasuk mereka yang mengidap penyakit tertentu dan rawan terpapar Covid-19, ” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Lapas IndonesiaRutan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.