• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Ungkap Banyak Negara Manfaatkan Krisis Covid-19 untuk Ambil Keuntungan

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
PBB: Sebelum Vaksin Ditemukan, Dunia Belum Bisa Normal

Sekjend PBB, Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan, banyak negara yang memanfaatkan wabah coronavirus (Covid-19) untuk mengambil keuntungan tertentu.

“Tidak dapat diterima bagi negara-negara untuk mengambil keuntungan dari pandemi COVID-19 untuk membatasi hak asasi manusia,” ujar Guterres dilansir Middleeast, Minggu (26/4/2020).

Guterres menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa dalam konteks meningkatnya nasionalisme etnis, populisme, tirani dan penurunan hak asasi manusia di beberapa negara,

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

“Krisis dapat menjadi alasan untuk mengambil langkah-langkah represif untuk tujuan-tujuan yang tidak terkait dengan pandemi. Hal itu tidak dapat diterima,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus lebih transparan, responsif, dan akuntabel sekarang lebih dari sebelumnya. Ruang sipil dan kebebasan pers sangat penting. Organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta memiliki peran utama.

“Kita jangan pernah lupa bahwa ancamannya ada pada virus, bukan pada manusia,” tandasnya.

“Dengan menghormati hak asasi manusia di masa krisis, kami akan mengembangkan solusi yang lebih efektif dan komprehensif untuk keadaan darurat yang kami hadapi saat ini dan untuk membangun kembali masa depan,” tambahnya.

Laporan PBB tentang hak asasi manusia dan pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa fokus pada bagaimana menanggapi virus corona sangat penting untuk masa depan dunia, memperingatkan bahwa ini bisa menjadi baik atau buruk.

“Kita perlu bekerja untuk jangka panjang sambil merencanakan respons kita dalam jangka pendek,” tandasnya. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Human RightsHuman Rights in Southeast AsiaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.