• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Pelajar dan Mahasiswa Topang Industri Pariwisata Global

by Redaksi Asiatoday
August 21, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Minta Jaminan Keamanan Wisatawannya di Bali

Peserta Studi Tour dari China saat berada di Bali. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil studi dari perkumpulan Student & Youth Travel Association (SYTA) dan BONARD yang berjudul ‘Students Travel Business Barometer 2019’, mengungkapkan bahwa kelompok pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu penopang industri pariwisata global.

“Laporan kami menunjukkan bahwa kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan target pasar yang menjanjikan pada 2019, sebelum pandemi Covid-19,” kata CEO SYTA Carlyann Assante, menyitat travelpulse, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan industri pariwisata terhenti, tetapi temuan dalam laporan ini menyuguhkan tolak ukur yang bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Tak hanya itu, data-data tersebut diharapkan dapat memberikan stimulant bagi industri pariwisata untuk kembali pulih yang diperkirakan mulai berjalan pada akhir 2020 hingga 2021.

Assante mengemukakan, data dalam laporan ini dikumpulkan dari 149 agen wisata mahasiswa dari 26 negara berbeda sehingga mewakili lebih dari 1,8 juta pelancong pelajar.

Laporan ini terbagi dalam data kuartalan yang mengindikasikan bahwa keinginan untuk berpergian ke luar negeri para pelajar tercatat meningkat pada tahun lalu.

Dengan merebaknya pandemi Covid-19 saat ini, laporan ini menyebutkan peran teknologi, keamanan, dan protokol kesehatan menjadi keniscayaan.

Selain itu, harga menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang merupakan pelajar. Mereka kebanyakan enggan membayar mahal untuk menikmati atraksi wisata.

“Kami sedang mengantisipasi adanya perbedaan signifikan atas sikap operator dan konsumen terhadap semua isu pada tahun ini dan ke depan. Yang pasti keamanan dan kesehatan bakal menjadi prioritas operator, serta teknologi bakal memainkan peran penting pasca Covid-19,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia TourismAsia TravelGlobal TourismIndustri PariwisataTravel Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.