• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pemanasan Global, Bongkahan Es Seukuran Kota New York Runtuh di Antartika

by Redaksi Asiatoday
March 27, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemanasan Global, Bongkahan Es Seukuran Kota New York Runtuh di Antartika

Bongkahan Es Seukuran Kota New York Runtuh di Antartika. Dok Woods Hole Oceanographic Institute

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemanasan global mengakibatkan bongkahan es seukuran Kota New York telah runtuh di Antartika Timur.

Foto-foto satelit menangkap keruntuhan yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut telah berkurang selama beberapa tahun terakhir.

Lapisan es di kawasan itu runtuh untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Dilansir dari The Associated Press, Catherine Walker dari Woods Hole Oceanographic Institute mengatakan bahwa lapisan es tersebut membentang sekitar 460 mil persegi dan berada di gletser Conger dan Glenzer, runtuh antara 14 dan 16 Maret.

Pada 8 Maret, Pusat Es Nasional Amerika Serikat (USNIC) memverifikasi bahwa gunung es C-37 telah lahir dari sisa-sisa Lapisan Es Glenzer.

Dalam sebuah pernyataan pers pada 17 Maret bahwa gunung es yang dikenal sebagai C-38 telah pecah dari rak dan telah membelah menjadi dua gunung es baru.

Sebelum hilangnya es dipercepat pada tahun 2020, para ahli telah mengamati lapisan es yang terus berkurang sejak tahun 1970-an. Khususnya, proses keruntuhan dimulai minggu lalu, pada awal musim panas yang luar biasa.

Suhu di beberapa bagian Antartika melonjak lebih dari 70 derajat lebih hangat dari rata-rata, sementara suhu di Kutub Utara melonjak lebih dari 50 derajat.

Penyebabnya kemungkinan besar adalah sungai atmosfer dan Stasiun Casey Australia, stasiun terdekat dengan lapisan es dengan suhu mencapai 42 derajat, yang kira-kira 18 derajat lebih hangat dari rata-rata.

The Washington Post adalah yang pertama melaporkan pemanasan di Antartika.

Menurut analis Iklim Universitas Maine, berdasarkan model cuaca Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, benua Antartika sekitar 8,6 derajat lebih hangat daripada suhu dasar antara 1979 dan 2000.

Kutub Utara 6 derajat lebih hangat dari biasanya dari 1979 hingga 2000. Sebagai perbandingan, suhu rata-rata dunia hanya 1,1 derajat lebih tinggi.

Benua selatan belum banyak menghangat dan Pusat Data Salju dan Es Nasional di Colorado mengumumkan bahwa es laut musim panas telah mencapai titik terendah baru, turun menjadi 741.000 mil persegi pada akhir Februari.

Kutub Utara memanas dua hingga tiga kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya, membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan iklim. (ATN)

Tags: Benua AntartikaGlobal WarmingPemanasan Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.