• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PEMILU MYANMAR: Partai Aung San Suu Kyi Kuasai Kursi Parlemen

by Redaksi Asiatoday
November 13, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Aung San Suu Kyi Segera Diadili dalam Kasus Genosida Rohingya

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi menguasai perolehan kursi parlemen dalam Pemilu di Myanmar.

Hal ini dikonfirmasi dari hasil pemilihan umum resmi yang dirilis pada hari Jumat (13/11/2020).

Hasil terbaru pemungutan suara hari Minggu kemarin (8/11/2020) mengonfirmasi bahwa Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi telah mengamankan 322 kursi di badan legislatif bikameral yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Menyitat CNA, NLD telah mengambil 346 kursi dari 412 kursi yang telah diumumkan, dengan hasil dari 64 kursi lagi belum diumumkan.

Kemenangan yang nyaman akan menjadi dorongan selamat datang bagi Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian yang mengalami masa jabatan pertama yang bergolak dan berjuang keras untuk memenuhi harapan publik yang tinggi.

Dia ditugaskan untuk mengembangkan negara yang menderita hampir 50 tahun di bawah isolasi dan tekanan pemerintahan militer yang ketat, bertahun-tahun dia ditahan di bawah tahanan rumahnya.

Bahkan sekarang, pemerintahannya diharuskan mengatur keterlibatan militer, khususnya di bidang keamanan dan pertahanan, di bawah konstitusi yang dirancang selama pemerintahan para jenderal.

NLD menang dengan selisih yang sama dalam pemilihan terakhir tahun 2015, pemungutan suara bebas pertama sejak berakhirnya kekuasaan militer.

Kali ini, pemungutan suara dilihat sebagai referendum pemerintahan Suu Kyi, yang sangat populer di dalam negeri. Tetapi reputasinya di luar negeri telah runtuh karena tuduhan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara itu, yang dengan keras dibantahnya.

Partai oposisi utama, Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer, hanya memenangkan 24 kursi, menurut hasil resmi pemilihan tersebut.

USDP mengajukan keberatan pada hari Rabu lalu (11/11/2020) dan menuntut untuk menyelenggarakan pemilu yang bebas, adil, tidak memihak dan bebas dari kampanye yang tidak adil. (ATN)

Tags: Aung San Suu KyiMyanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.