• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Telan Anggaran Rp500 Triliun

by Redaksi Asiatoday
August 21, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Telan Anggaran Rp500 Triliun

Desain ibukota baru Indonesia di Kalimantan ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa total biaya pemindahan ibu kota Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan mencapai Rp500 triliun.

Dana tersebut bersumber dari swasta melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun pemanfaatan aset.

“Pemindahan ibu kota akan dikerjakan oleh pihak swasta. Ditargetkan ibu kota baru akan rampung pada 2045,” ujar Bambang di Kantor Bappenas Jakarta, Selasa (20/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Menurut Bambang, kebutuhan investasi pemindahan ibu kota yang bisa ditopang APBN sekitar Rp93,5 triliun atau sekitar 19,2% dari total pembiayaan keseluruhan. Kemudian sekitar Rp265,2 triliun atau 54,6% didanai KPBU dan pihak swasta mendanai Rp127,3 triliun atau 26,2% dari total pembiayaan keseluruhan.

“Pemerintah memastikan, pemindahan ibukota tidak akan menggangu semua prioritas yang sudah ada termasuk masalah bonus demografi, prioritas untuk pembangunan SDM, tidak akan terganggu karena sumber APBN yang kita ambil disini adalah pengelolaan aset, baik dari aset di kota baru maupun di Jakarta yang dimiliki oleh pemerintah,” paparnya.

Kebutuhan investasi kata Bambang, mayoritas ditopang dari KPBU untuk membiayai gedung eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Selanjutnya pembangunan infrastruktur utama, sarana pendidikan dan sarana kesehatan, museum dan lembaga pemasyarakatan serta sarana dan prasarana penunjang,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BappenasIbukota BaruIbukota Baru Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.