• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pendanaan Start Up Properti di Asia Pasifik Menurun Tajam

by Redaksi Asiatoday
March 5, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendanaan Start Up Properti di Asia Pasifik Menurun Tajam

Kantor perusahaan konsultan, Jones Lang LaSalle. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil penelitian terbaru konsultan properti, Jones Lang LaSalle (JLL) dan perusahaan media teknologi Tech in Asia mengungkap, suntikan dana untuk perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi properti di kawasan Asia Pasifik mengalami penurunan tajam pada 2019.

Menurut Director of Proptech JLL Asia Pasifik Jordan Kostelac, setelah meraih pendanaan lebih dari USD1 miliar pada 2018, perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi properti (Proptech) mengalami penurunan volume pendanaan sebesar 38,4 persen pada 2019.

Dikatakan, pada tahun lalu start-up di bidang teknologi properti di wilayah Asia Pasifik meraih pendanaan sebesar USD625,9 juta.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

Tak hanya itu, jumlah kesepakatan pendanaan juga berkurang dari 50 kesepakatan pada 2018, menjadi hanya 38 kesepakatan pada 2019.

Walau demikian kata dia, angka-angka tersebut hanya menunjukkan minat venture capital (VC) dan kurang mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di industri realestat.

Jordan memandang, minat terhadap Proptech di Asia Pasifik juga sebetulnya masih terus tumbuh dan para pemain lama saat ini lebih menggunakan pendekatan strategis dan terintegrasi, dibanding menggunakan jalur investasi melalui VC.

“Industri realestat relatif terlambat dalam menghadapi revolusi teknologi, hal ini memberikan kesempatan bagi perusahaan besar dan perusahaan real estate untuk berinovasi dan berinvestasi secara internal dalam teknologi,” jelasnya melalui keterangan tertulis, yang diterima Kamis (5/3/2020).

Jordan mengungkapkan, di Asia Pasifik, adopsi teknologi bagi perusahaan dinilai sangat cepat lantaran sifat pasar yang dinamis. Banyak perusahaan memasuki kemitraan sambil meningkatkan uji coba dan penerapan teknologi baru dalam portofolio mereka.

“Misalnya, JLL memiliki solusi teknologi yang luas dan kami juga telah mendirikan Global Centre of Expertise for Technology, Data and Information Management dua tahun lalu untuk mengembangkan solusi baru dengan memanfaatkan teknologi terbaru yang tersedia,” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia Pasifik DigitalJones Lang LaSalleProperti AsiaProptechStartup IndonesiaStarupTech in Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.