• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Pendapatan Huawei Naik USD64,90 Miliar di Semester Pertama

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kolaborasi Huawei Gelar Pelatihan Keamanan Siber

Perusahaan teknologi Huawei. Ist

ASIATODAY.ID, SHENZEN – Huawei Technologies, perusahaan telekomunikasi dan pembuat smartphone terbesar kedua di dunia, melaporkan kenaikan pendapatan 13,1 persen pada semester pertama 2020.

Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat karena tekanan kepada pemasok dan pelanggan perusahaan oleh pejabat Amerika Serikat.

Pendapatan naik 13,1 persen menjadi 454 miliar yuan atau USD64,90 miliar pada semester pertama tahun ini, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 401,3 miliar yuan. Namun tingkat pertumbuhan perusahaan turun dari 23,2 persen pada semester pertama 2019.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Margin laba bersih adalah 9,2 persen, naik dari 8,7 persen pada semester pertama 2019,” kata Huawei melansir CNA, Rabu (15/72020).

Perusahaan juga mencatat kenaikan bahkan ketika pejabat Amerika telah memberikan tekanan yang meningkat pada pemasok dan pelanggan perusahaan. Perusahaan menjual peralatan jaringan 5G ke operator dan ponsel pintar serta laptop ke konsumen.

Pejabat Amerika menempatkan Huawei pada daftar hitam pada Mei tahun lalu, membatasi penjualan perusahaan barang buatan AS seperti semikonduktor kepada Huawei, Huawei terus merancang chip sendiri dan membuatnya diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing dan lain-lain.

Pada Mei, para pejabat AS mengumumkan aturan baru yang bertujuan membatasi kemampuan Huawei untuk memasok sendiri chip, kemampuan yang sangat penting untuk menjual perangkat jaringan 5G.

Hasil semester pertama menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat daripada hasil kuartal pertama Huawei yang dirilis pada bulan April.Untuk kuartal pertama, pendapatan naik sekitar satu persen menjadi 182,2 miliar yuan, dibandingkan pertumbuhan 39 persen yang dibukukan setahun sebelumnya.

“Margin laba bersih pada kuartal pertama menyempit menjadi 7,3 persen dari sekitar delapan persen setahun sebelumnya,” kata Huawei.

Huawei tidak melaporkan pengiriman unit telepon. Perusahaan riset IDC melaporkan Huawei adalah pembuat ponsel terbesar kedua pada kuartal pertama 2020, dengan 17,8 persen pangsa pasar, di belakang Samsung Electronics dan di depan Apple. (ATN)

Tags: Huawei
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.