• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Penderita Pneumonia di China Diperkirakan Capai Seribu Lebih

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Korban Jiwa akibat Pneumonia di China Bertambah, Indonesia Kian Waspada

ASIATODAY.ID, LONDON – Wabah Pneumonia di China yang disebabkan oleh virus misterius diperkirakan jumlah korhannya lebih banyak dari angka resmi. Sejauh ini, dua orang telah dinyatakan tewas akibat virus tersebut, yang pertama kali muncul di kota Wuhan pada Desember lalu.

Terdapat 41 kasus yang telah terkonfirmasi di laboratorium, namun sejumlah pakar asal Inggris mengestimasi angkanya telah mendekati 1.700.

Pneumonia misterius ini diyakini berasal dari varian baru coronavirus, yang juga diasosiasikan dengan penyakit seperti Sindrom Pernapasan Akut (SARS). Wabah ini diyakini berasal dari sebuah pasar makanan laut di Wuhan.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

“Saya lebih khawatir pada saat ini ketimbang sepekan kemarin,” terang ilmuwan penyakit menular, Profesor Neil Ferguson, melansir BBC, Sabtu (18/01/2020).

Ferguson meneliti varian virus baru dari radang paru-paru misterius ini di Pusat MRC untuk Analisis Penyakit Menular Global di Imperial College London, yang selama ini banyak mengeluarkan rekomendasi untuk beberapa entitas seperti Pemerintah Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia.

Meski wabah virus misterius ini berkutat di Wuhan, terdapat dua kasus di Thailand dan satu di Jepang. “Hal tersebut membuat saya khawatir,” kata Profesor Ferguson.

“Dengan adanya tiga kasus di negara lain, maka kemungkinan ada lebih banyak kasus dari yang telah dilaporkan sejauh ini,” sambung dia.

Singapura dan Hong Kong telah memeriksa semua penumpang pesawat asal Wuhan, begitu juga dengan Amerika Serikat yang mulai menerapkan langkah serupa di tiga bandara utama di San Francisco, Los Angeles dan New York.

Petunjuk utama mengenai seberapa besar wabah penyakit misterius ini bisa dilihat dari beberapa kasus yang terdeteksi di negara selain Tiongkok.

Meski hampir mustahil untuk menentukan angka pasti dari orang yang terjangkit virus misterius, model penyebaran wabah yang didasarkan data virus, populasi lokal dan penerbangan, dapat memberikan gambaran.

Kalkulasi terperinci mengenai virus misterius Wuhan ini, yang akan dipublikasikan ke sebuah jurnal ilmiah, memperlihatkan estimasi angka 1.700.

Wuhan merupakan kota yang dihuni 19 juta orang. Namun, Bandara Internasional Wuhan mencatat hanya ada sekitar 3.400 perjalanan internasional per hari. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaVirus PneumoniaWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.