• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Peneliti Temukan Deformasi Lidah Es Antarktika yang Dipicu Tsunami Vulkanik Tonga

by Redaksi Asiatoday
March 28, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
PBB Catat 3 Korban Jiwa Bencana Tsunami akibat Erupsi Gunung Api di Tonga

Erupsi Gunung api bawah laut di Tonga yang memicu terjadinya Tsunami. Foto: Tonga Meteorological Service

ASIATODAY.ID, BEIJING – Para peneliti China mengungkapkan bahwa tsunami yang dipicu oleh letusan gunung berapi Hunga Tonga tahun lalu menyebabkan runtuhnya bagian depan lidah es Drigalski di Antarktika, menurut sebuah artikel penelitian baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Science Bulletin.

Letusan dahsyat itu terjadi pada 15 Januari 2022. Tsunami yang menerjang setelahnya, yang dipicu oleh letusan gunung berapi tersebut, menempuh jarak lebih dari 6.000 km sebelum menghantam pesisir Victoria Land, Antarktika, kata artikel itu.

Kurang dari dua jam setelah tsunami melanda, sebuah retakan muncul di bagian depan lidah es. Citra penginderaan jauh berikutnya menunjukkan bahwa gunung es berukuran sekitar 45 kilometer persegi itu tampaknya telah terlepas dari bagian depan lidah es.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Studi sebelumnya tentang dampak letusan gunung berapi berfokus pada gangguan atmosferik, sementara para peneliti meyakini bahwa dampaknya bisa jauh melampaui itu.

Bagian lidah es Drigalski memiliki panjang 140 km, dengan ketebalan antara 300 hingga 700 meter, menurut para peneliti dari Fakultas Teknik dan Ilmu Geospasial, Universitas Sun Yat-sen. Lidah es tersebut mengalami dua peristiwa pemisahan besar dalam 70 tahun terakhir.

Studi ini memberikan bukti pengamatan secara detail dan mengonfirmasi hubungan antara tsunami dan terbelahnya gunung es, kata Cheng Xiao, profesor di Fakultas Teknik dan Ilmu Geospasial. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa penelitian tersebut menyiratkan stabilitas lapisan es di Antarktika dapat dipengaruhi oleh peristiwa ekstrem di luar daerah kutub. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Benua AntartikaTonga
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.