• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Penerbitan Obligasi Hijau Global Capai USD859 Miliar

by Redaksi Asiatoday
February 18, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Cetuskan 3 Insiatif Pembayaran Digital untuk Pemulihan Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Dok BI

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan penerbitan obligasi keuangan berkelanjutan global menyentuh angka USD859 miliar pada 2021. Obligasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Obligasi hijau mencatatkan penerbitan tertinggi sebesar USD482 miliar, diikuti oleh obligasi sosial dan obligasi berkelanjutan,” kata Perry dalam Side Event Presidensi G20 Indonesia, Jumat (18/2/2022).

Ketersediaan standar, prinsip, peraturan, dan taksonomi hijau yang dikembangkan di banyak bagian dunia mendukung fenomena tersebut.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Perry menjelaskan dimasukkannya aspek-aspek environmental, social & governance (ESG) ke dalam bidang pembiayaan, meskipun mungkin baru-baru ini, telah memulai transformasi monumental di dunia keuangan selama beberapa tahun terakhir.

“Krisis iklim telah berkontribusi besar pada percepatan pengembangan keuangan hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meski begitu, Perry menilai pertumbuhan yang pembiayaan berkelanjutan yang menggembirakan tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan total investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target kolektif global, yaitu Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di Indonesia, perkembangan terbaru dan arah kebijakan keuangan berkelanjutan dengan diluncurkannya Taksonomi Hijau Indonesia pada 20 Januari 2022 yang dikoordinir oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini sejalan dengan prioritas yang telah ditetapkan di Indonesia melalui Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan Tahap II.

Secara paralel, BI melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 akan berkontribusi pada pembiayaan keberlanjutan Indonesia melalui pengembangan instrumen pasar uang berkelanjutan dan mendukung upaya peningkatan kapasitas nasional dengan berkoordinasi dengan otoritas lain. (ATN)

Tags: Green BondsKrisis IklimSDGs 2030
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.