• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Penerimaan Negara Masih Andalkan Industri Manufaktur

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impeachment Donald Trump,  Ekonomi Global Kian Tidak Pasti

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Melemahnya ekonomi global, tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kementrian Keuangan mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan Semester I 2019 masih positif. Pemerintah juga terus melakukan reformasi internal untuk memperkuat ekonomi didasari dengan meningkatkan penerimaan pajak tanpa menekan investasi, tetap berkeadilan tanpa menciptakan ketakutan. Salah satunya, dalam reformasi perpajakan adalah investasi di bidang data dan analisis.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal itu saat membuka “Seminar Ekonomi Makro 2019: Peluang dan Tantangan Grup Astra di Era Pemerintahan Baru untuk Tumbuh Bersama Bangsa” yang diadakan oleh PT Astra International, Tbk. pada Kamis, (25//7/2019) di Aula Catur Dharma, Menara Astra, Jakarta.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

“Kalau kita lihat kontribusinya, industri manufaktur masih yang terbesar. Jadi, kalau industri manufaktur mengalami tekanan, terasa sekali di dalam penerimaan kita,” ujar Menkeu.

Menkeu menjelaskan, sektor industri yang masih tumbuh sehat adalah industri jasa keuangan, konstruksi dan real estate, serta sektor transportasi dan pergudangan yang paling tinggi pertumbuhannya. Hal ini berkaitan erat dengan mobilitas, pembangunan infrastruktur dan juga munculnya ekonomi digital dan e-commerce.

Sejak tahun 2014-2015, Pemerintah telah meletakkan beberapa milestones kebijakan fiskal, antara lain keringanan PPh revaluasi aset sampai menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), menurunkan pajak usaha kecil dan menengah, dan melakukan peraturan perundangan untuk akses informasi.

Menkeu mengakui bahwa yang membedakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 10 tahun yang lalu adalah memiliki informasi yang luar biasa yang tidak hanya berasal dari internal DJP saja, tetapi juga dari 132 negara yang akan mengirimkan informasi (AEOI) bahwa ada Wajib Pajak (WP) di wilayah jurisdiksinya. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: ManufakturPenerimaan NegaraSri Mulyani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.