• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pengusaha Indonesia Dukung Penghentian Impor Sejumlah Produk Uni Eropa

by Redaksi Asiatoday
August 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UE Tarik Pajak Biodisel Indonesia Sebesar 18 Persen Per Hari Ini

European Union (EU). Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kalangan pelaku usaha yang terhimpun dalam Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia untuk menghentikan impor sejumlah produk Uni Eropa, salah satunya pesawat terbang.

Rencananya, pemerintah bakal mengalihkan permintaan pesawat terbang dari Uni Eropa (Airbus) ke Amerika Serikat (Boeing).

Langkah pemerintah itu ditempuh setelah Uni Eropa memberlakukan bea masuk sebesar 18% terhadap biodiesel Indonesia. Pemerintah Indonesia sebelumnya juga telah mengalihkan permintaan terhadap minuman beralkohol, buah-buahan, dan produk susu dari Uni Eropa.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Ketua GIMNI Sahat Sinaga menilai tindakan pemerintah tersebut merupakan pesan yang positif bagi para pelaku minyak kelapa sawit nasional.

Menurutnya, bea masuk yang ditetapkan Uni Eropa terhadap biodiesel tersebut mirip dengan pajak yang diberikan oleh para penjajah atau collonial tax. Dengan kata lain, Uni Eropa masih memandang Indonesia sebagai negara jajahan.

“GIMNI sangat mendukung langkah pemerintah ini,” terang Sahat saat dihubungi Kamis (22/8/2019).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biodisel M.P. Tumanggor mengusulkan agar pemerintah mencari komoditas dari Eropa yang dapat disubtitusi dari negara lain serta tidak melanggar aturan WTO sebagai bagian perlawanan.

“Misalnya parfum atau wine dan susu yang kita butuh tetapi bisa dari Australia dan Selandia Baru,” ujarnya.

Saat ini, Uni Eropa masih memberikan waktu bagi produsen biodiesel untuk melakukan pembelaan. Kendati demikian, Tumanggor mengatakan bahwa produsen sudah mulai menghentikan pengiriman ke Eropa.

Produsen biodiesel pun berharap mandatori B30 pada awal tahun depan dapat berjalan dengan baik karena diperkirakan mampu menyerap biodiesel sebanyak 3 juta kilo liter.

“Jumlah itu lebih besar dari ekspor ke Eropa yang sekitar 1,4 juta liter,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AirbusBiodisel IndonesiaBoeing 737Ekspor CPOUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.