• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Penuhi Tuntutan Demonstran, Presiden Chile Bubarkan Seluruh Kabinet

by Redaksi Asiatoday
October 27, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penuhi Tuntutan Demonstran, Presiden Chile Bubarkan Seluruh Kabinet

ASIATODAY.ID, SANTIAGO – Presiden Chile Sebastian Pinera akhirnya membubarkan seluruh jajaran kabinet untuk membentuk pemerintahan baru dan memperkenalkan reformasi sosial sesuai permintaan para demonstran.

Pembubaran dilakukan menyusul gelombang aksi protes di Chile yang sempat membuat ibu kota Santiago lumpuh total.

“Saya telah memecat seluruh menteri saya untuk merestrukturisasi kabinet dalam memenuhi sejumlah permintaan para demonstran,” kata Pinera, dikutip dari laman BBC, Minggu (27/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Hingga saat ini belum diketahui akan seperti apa perombakan kabinet yang dilakukan Pinera.

Lebih dari satu juta orang turun ke jalanan Santiago pada Jumat 25 Oktober dan Sabtu kemarin. Mereka semua menyerukan adanya keadilan sosial di Chile.

Pinera mengaku telah mendengarkan semua keluhan pedemo. “Kita semua sudah berada dalam realitas baru. Chile sudah menjadi negara yang berbeda dari sepekan lalu,” sebut Pinera,

Ia juga mengumumkan bahwa aturan jam malam yang sempat diterapkan di sejumlah kota di Chile sejak sepekan lalu telah dicabut. Kubu oposisi telah menyerukan agar status darurat yang diterapkan Pinera juga segera dicabut.

Sedikitnya 17 orang tewas dan ratusan lainnya terluka sejak gelombang protes di Chile dimulai sejak lebih dari sepekan lalu.

Aksi protes pada Jumat kemarin adalah puncak dari pekan-pekan penuh bentrokan yang terjadi antara demonstran dan polisi antihuru-hara.

“Kita semua telah berubah. Hari ini saya melihat adanya unjuk rasa damai. Warga meminta Chile menjadi negara yang lebih adil dan bersatu,” sebut Pinera, merespons aksi unjuk rasa satu juta orang di Santiago.

Unjuk rasa pada Jumat kemarin disebut-sebut sebagai yang terbesar di Chile dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah pihak menyandingkan skala protes kali ini dengan demonstrasi di tahun 1988 saat masyarakat Chile menentang kepemimpinan diktator Augusto Pinochet.

Awalnya, aksi protes dipicu kemarahan pemuda atas naiknya tarif kereta api bawah tanah di Chile. Namun gerakan pemuda tersebut kemudian berubah menjadi aksi protes berskala nasional.
(AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Revolusi ChileRevolusi Hong KongUnjukrasa Chile
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.