• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Dagang AS-UE, Resesi Global Didepan Mata

by Redaksi Asiatoday
October 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Utang Menumpuk, Negara-negara di Asia Diambang Resesi Ekonomi

Resesi dan krisis Ekonomi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Kepala Badan PBB yang bertanggung jawab untuk mempromosikan perdagangan di seluruh negara maju telah memperingatkan bahwa perang tarif antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) akan membuat ekonomi global mengalami resesi. Hal tersebut tentu diharapkan tidak terjadi demi kepentingan bersama.

“Itu berarti langsung menuju resesi. Semua ini menunjuk ke satu arah. Jika kita terus menggali lubang yang sama, kita akan melihat resesi besar,” kata Direktur Eksekutif International Trade Center (ITC) Arancha Gonzalez, dalam sebuah wawancara setelah pertemuan dengan pejabat Komisi Eropa, di Brussels, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 21 Oktober 2019.

Tarif AS untuk produk-produk Eropa senilai USD7,5 miliar dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi wewenang kepada AS untuk mengambil tindakan balasan terhadap UE guna memperbaiki dekade-dekade sebelumnya terkait subsidi ilegal kepada produsen pesawat terbang Airbus.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Komisi Eropa yang mengawasi kebijakan perdagangan untuk Uni Eropa, telah berulang kali mengatakan bahwa mereka ingin memasuki negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan tanpa menggunakan tarif. Komisi Eropa menilai tindakan itu penting guna meredam terjadinya perang dagang.

“Apa yang kita ketahui secara mendasar adalah bahwa tarif tidak menyelesaikan masalah,” ungkap Gonzalez.

Sebelumnya, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) baru saja memberi wewenang kepada Amerika Serikat untuk terus maju dengan tarifnya yang bernilai miliaran dolar di Uni Eropa. Namun, langkah itu dinilai masalah besar yang diharapkan proses penyelesaiannya bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak di meja perundingan.

“Tetapi Washington dan Brussels belum mencapai banyak hal dalam negosiasi perdagangan mereka di masa lalu, sehingga tarif AS atas USD7,5 miliar barang Eropa dapat tetap di tempat selama berbulan-bulan,” kata mantan Wakil Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Clete Willems.

“Ini masalah besar. Tarif USD7,5 miliar adalah jumlah pembalasan terbesar yang pernah diizinkan WTO. Jadi, ini adalah kemenangan besar bagi Amerika Serikat,” tambah Willems, yang sekarang menjadi mitra di firma hukum Akin Gump setelah meninggalkan posisinya di Gedung Putih pada April silam.

“Pada akhirnya, apa yang ingin mereka lakukan adalah menggunakan tarif untuk mendapatkan hasil yang dinegosiasikan. Saya pikir kedua pihak belum bekerja sama dengan baik dalam hal negosiasi perdagangan akhir-akhir ini dan mungkin perlu waktu bagi mereka menyelesaikan masalah. Jadi Anda akan melihat tarif ini tetap ada untuk beberapa bulan,” pungkasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Perang Dagang Amerika-ChinaPerang Tarif Amerika-Uni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.