• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Dagang Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Asia

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perang Dagang Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Asia

Perang dagang Amerika dan China. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia for Global Justice (IGJ) menyoroti fenomena perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara di kawasan Asia sebagai akibat dari perang dagang yang tidak kunjung usai antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok.

“Perlambatan ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di Asia hari ini akibat perang dagang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berpotensi ikut melambat,” kata Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti dalam keterangannya, Minggu (1/9/2019).

Rachmi Hertanti mengemukakan bahwa penurunan angka perdagangan global juga telah menurunkan kapasitas produksi dunia, yang pada akhirnya juga berdampak terhadap kapasitas sektor swasta.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Direktur Eksekutif IGJ berpendapat bahwa meningkatnya pertumbuhan infrastruktur di berbagai daerah di Tanah Air, bila tidak ditopang oleh penguatan sektor produksi maka akan menjadi perangkap bagi Indonesia. Selain itu, ujar dia, berbagai pihak juga sudah memberikan peringatan soal rasio utang swasta yang dinilai sangat berisiko.

“Dampaknya terhadap Indonesia adalah potensi terhadap memburuknya neraca transaksi pembayaran. Pendapatan primer dalam neraca pembayaran masih sangat rendah,” katanya.

Ia menyatakan sukar untuk menaikan pendapatan sektor primer jika situasi krisis di Asia terus membayangi. Sedangkan di sisi yang lain, pendapatan dari sektor perdagangan barang dan jasa terus negatif.

Sebelumnya Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menilai bahwa Pemerintah perlu benar-benar menyiapkan strategi besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara dua raksasa global, Amerika Serikat dan Tiongkok, yang akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

Ia memperkirakan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik.

Said Abdullah menilai selain imbas normalisasi kebijakan moneter The Fed (bank sentral AS), pelemahan rupiah juga dipicu perang dagang antara Tiongkok dan AS yang kemudian menjadi perang mata uang.

“Jadi, kalau dua negara raksasa ekonomi ini berperang, maka akan membuat arus perdagangan dan rantai pasar global terhambat. Alhasil, kinerja ekspor Indonesia pun berpeluang terganggu karena penurunan permintaan,” katanya.

Untuk itu, politisi PDIP itu meminta pemerintah menyiapkan strategi besar karena Tiongkok dan AS merupakan negara-negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan fokus mendorong ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk memperbaiki neraca perdagangan pada semester I-2019 yang saat ini telah mencapai angka USD1,90 miliar.

“Peningkatan ekspor di tengah situasi yang tidak pasti ini, kami harus melakukannya,” kata Enggartiasto saat ditemui usai rapat pembahasan RAPBN 2020 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus lalu. Menurut dia, langkah strategis itu diambil dengan memanfaatkan situasi perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia PasifikPerang Dagang Amerika-ChinaPerang Dagang Korea-Tokyo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.