• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Dagang Mereda, Amerika-China Capai Kesepakatan Fase Pertama

by Redaksi Asiatoday
January 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perang Dagang Mereda, Amerika-China Capai Kesepakatan Fase Pertama

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya menandatangani kesepakatan perdagangan awal pada Rabu waktu setempat yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian China atas produk-produk AS. Selain itu, kesepakatan tersebut meredakan perselisihan 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Beijing dan Washington menggembar-gemborkan perjanjian fase pertama ini sebagai langkah maju setelah berbulan-bulan memulai pembicaraan, dan investor menyambut berita itu dengan lega. Tetapi ada juga skeptisisme bahwa hubungan perdagangan AS-China sekarang sudah membaik.

Kesepakatan itu gagal untuk mengatasi masalah ekonomi struktural yang menyebabkan konflik perdagangan, tidak sepenuhnya menghilangkan tarif yang telah memperlambat ekonomi global, dan menetapkan target pembelian yang sulit dicapai, kata para analis dan pemimpin industri.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sementara Amerika mengakui perlunya negosiasi lebih lanjut dengan China untuk menyelesaikan sejumlah masalah lain.

Presiden AS Donald Trump memuji perjanjian itu sebagai kemenangan bagi ekonomi AS dan kebijakan perdagangan pemerintahannya.

“Bersama-sama, kami memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika,” kata Trump dalam sambutan yang bertele-tele di Gedung Putih bersama dengan pejabat AS dan China, melansir Antara, Kamis (16/01/2020).

Wakil Perdana Menteri China Liu He membaca surat dari Presiden Xi Jinping di mana pemimpin Tiongkok memuji kesepakatan itu sebagai tanda kedua negara dapat menyelesaikan perbedaan mereka dengan dialog.

Gedung Putih mengatakan inti dari kesepakatan itu adalah janji China untuk membeli setidaknya USD200 miliar tambahan produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya selama dua tahun, lebih dari USD186 miliar dalam pembelian pada 2017.

Komitmen termasuk USD54 miliar dalam pembelian energi tambahan, sebesar USD78 miliar dalam pembelian manufaktur tambahan, sebesar USD32 miliar lebih dalam produk pertanian, dan sebesar USD38 miliar dalam jasa-jasa, menurut dokumen kesepakatan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Liu mengatakan perusahaan China akan membeli USD40 miliar dalam produk pertanian AS setiap tahun selama dua tahun ke depan berdasarkan kondisi pasar.

Beijing telah menolak keras untuk berkomitmen membeli sejumlah barang pertanian AS sebelumnya, dan telah menandatangani kontrak kedelai baru dengan Brasil sejak perang dagang dimulai.

Indeks pasar saham utama dunia naik ke rekor baru di tengah harapan kesepakatan itu akan mengurangi ketegangan, tetapi harga minyak merosot di tengah keraguan pakta akan memacu pertumbuhan ekonomi dunia dan mendorong permintaan minyak mentah. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatChinaPerang Dagang Amerika-ChinaTrade AsiaTrade WarTrade World
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.