• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perempuan di Indonesia Banyak Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

by Redaksi Asiatoday
August 12, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perempuan di Indonesia Banyak Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Potret kemiskinan Perempuan di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia menyebut sebanyak 9,68 persen dari perempuan Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.

“Sebanyak 9,68 persen dari perempuan Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan persentase laki-laki yaitu 9,40 persen,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu dalam acara bincang media  bertajuk “Perempuan Inspirator Keluar dari Kemiskinan” di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan kemiskinan sering dikaitkan dengan perempuan karena pada masyarakat miskin perempuan menjadi indikator kesejahteraan yang lebih rendah.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Dari berbagai analisis, pada keluarga miskin, indikator kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada perempuan memang lebih rendah dibandingkan laki-laki,” kata Titi Eko Rahayu.

Dampak kemiskinan, lanjutnya, juga masih lebih banyak dirasakan oleh kelompok perempuan. Kemiskinan yang dirasakan perempuan pun, menurutnya, bersifat lintas generasi.

Kementerian PPPA menyoroti upah perempuan yang lebih rendah dari laki-laki.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, rata-rata upah selama sebulan yang diterima oleh perempuan adalah Rp2.593.709, atau sekitar 78 persen dari rata-rata upah yang diterima laki-laki.

“Faktor yang menyebabkan adanya kesenjangan upah adalah hal yang berkaitan dengan referensi, dimana pada umumnya kaum perempuan lebih memilih pekerjaan yang fleksibel,” katanya.

Menurut Titi Eko Rahayu, situasi ini diambil berdasarkan peran domestik yang dimiliki perempuan, sehingga fleksibilitas untuk dapat bekerja sambil tetap mengerjakan pekerjaan domestik, mempengaruhi besaran upah. (Antara)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hari Perempuan DuniaKemiskinan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.