• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perkembangkan Malaysia Tertinggal Jauh dari Indonesia dan Vietnam

by Redaksi Asiatoday
April 18, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Politik di Hong Kong, Mahathir Mohamad Sarankan Carrie Lam Mundur

Mahathir Mohamad. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan perkembangan di Malaysia sudah tertinggal jauh dari Indonesia dan Vietnam, bahkan Afrika.

Mahathir menungkapkan hal itu melalui akun Twitternya, @chedetofficial pada Senin (18/4/2022).

“Saya siap menerima bahwa dari sisi pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam. Tentu saja kami selalu berada di belakang Singapura,” tulis Mahathir.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dalam utas di akunnya, Mahathir menyindir budaya korup yang telah mengganggu pengembangan ekonomi di negaranya.

Dia menyebut Malaysia telah menolak penggunaan teknologi baru yang dapat melakukan efisiensi dan mengurangi korupsi.

“Kami menolak teknologi ini karena dapat mengungkap kesalahan Anggota Parlemen kami,” tulisnya yang merujuk pada dugaan keterlibatan anggota parlemen terhadap bisnis impor dan ekspor.

Dia membandingkan dengan negara Afrika yang mengelola manajemen dengan miliaran dolar yang bisa menghemat.

“Tentu saja kita tidak perlu merasa malu karena kita disalip oleh negara-negara Afrika. Bukankah kita telah diberitahu bahwa mencuri uang Pemerintah bukanlah sesuatu yang kita harus merasa malu. Jika bos kita melakukannya, tidak apa-apa,” sindirnya.

“Jangan mengadopsi teknologi baru karena jika dapat menyebabkan pembuat undang-undang kita merugi. Tolak saja. Biarkan negara bangkrut. Hanya negara yang merugi. Anda tidak kalah. Tidak apa-apa,” tandasnya. (ATN)

Tags: AseanMahathir MuhamadMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.