• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, June 9, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Event

Persiapan Formula E 2020 di Jakarta Dinilai Berantakan dan Cacat Sejak Awal

by Redaksi Asiatoday
February 14, 2020
in Event
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Persiapan Formula E 2020 di Jakarta Dinilai Berantakan dan Cacat Sejak Awal

Flayer Jakarta E Prix 2020. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Persiapan DKI Jakarta menggelar balapan internasional Formula E 2020, terus menuai sorotan. Selain dianggap tidak ramah lingkungan, rencana tersebut juga dianggap berantakan dan cacat sejak awal.

Karena itu, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selaku Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka diminta segera mencabut surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas).

“Formula E sudah salah dan cacat sejak awal karena tanpa pembahasan mendalam di DPRD dan pihak yang terkait untuk pelaksanaannya,” tegas Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

RelatedPosts

Glitter Set to Hold Solo Concert, Arvindo Aims to Bring Child-Friendly Entertainment

Indonesia Targets Strategic Global Partnership Role at Salone del Mobile Milan 2026

Shaucha Fest Vol. 1 2026 Held in Surabaya

Gilbert juga menyinggung soal proses legitimasi persetujuan Formula E yang dikeluarkan Kemensetneg pada 7 Februari 2020. Apalagi, baru-baru ini beredar surat tindak lanjut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Kemensetneg yang mengklaim mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Padahal, TACB membantah memberikan rekomendasi terkait penyelenggaraan Formula E tersebut. Politikus PDI Perjuangan itu yakin jika surat gubernur itu cacat hukum dan administrasi.

“Jika landasan surat Setneg cacat administrasi dan cacat hukum, maka surat itu harus dibatalkan,” ketusnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan membalas surat tindak lanjut persetujuan Komisi Pengarahan (Komrah) terkait penyelenggaraan Formula 2020. Dalam surat yang ditujukan ke Mensetneg Pratikno selaku ketua komisi pengarah, Anies mengaku telah mendapat rekomendasi dari TACB DKI Jakarta.

Rekomendasi tersebut dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan pada 20 Januari 2020 Nomor 93/-1.853.15 tentang Penyelenggaraan Formula E.

Selain cacat administrasi, Gilbert Simanjuntak juga menyebut Formula E tidak ramah lingkungan. Sebab, pembangunan sirkuit balapan mobil listrik itu harus membongkar sejumlah fasilitas di Monas.

“Menutupi cobblestone (batu alam) dan hotmix (beton aspal) akan membuat banjir semakin parah di kawasan Monas dan Istana,” kata Gilbert.

Cobblestone rencananya dilapisi hotmix sebagai landasan Formula E. Menurut dia, membongkar hotmix setelah ajang berakhir menyebabkan cobblestone rusak.

“Artinya biaya lagi, proyek baru untuk mengganti cobblestone,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut Gubernur Anies Baswedan memanipulasi surat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) perihal pergelaran Formula E di Monas. Ia melaporkan hal itu ke Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

“Saya akan memanggil (Anies) dan saya masih punya palu. Kalau dia kan punya uang, saya punya palu. Kalau palu itu tidak saya ketok, event itu tidak akan terjadi. Saya akan seperti itu. Kalau dia keras, saya juga akan keras,” tegas Prasetyo.

Dana Formula E Tak Sia-sia

Sementara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan anggaran yang dikucurkan buat perhelatan Formula E tak terbuang percuma. Ajang internasional itu dijamin  menguntungkan negara.

Jakpro mendapat usulan dana Rp767 miliar dari APBD 2020 buat Formula E. Dana terbagi dua, yaitu infrastruktur Rp344 miliar dan commitment fee Rp423 miliar.

“Commitment fee adalah bank garansi. Ini duit tak hilang, kalau selesai, kembali,” kata Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto saat media gathering Formula E Jakarta E-Prix, di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Menurut Dwi, uang commitment fee tak cuma mendapat hak tuan rumah (hosting), tetapi konstruksi. Ini meliputi paddock, grand stand, dan infrastruktur IT.

“Itu termasuk siaran ke 140 negara, sudah ada daftarnya,” jelasnya.

Dwi menyebut Jakpro akan mengurusi infrastruktur seperti pengerasan tambahan, pengaspalan, barrier, hingga pagar.  Dia menyebut Indonesia bakal mendapat dana Rp500-600 miliar dari acara itu.

“Secara langsung, tim Formula E Operations (FEO) ada 2.000 orang ke Indonesia selama seminggu. Mereka mengeluarkan uang untuk hotel, restoran,” urainya.

Dwi memperkirakan pada hari H akan mendapat pemasukan 0,02 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP). Jakpro berharap ajang ini tetap berlangsung. 

“Untuk menaikkan pariwasata dan ekonomi. Ini tak cuma program Jakarta tapi Indonesia,” imbuhnya. 

Pada kesempatan itu, Dwi juga menjelaskan penggunaan Monas sebagai bagian dari sirkuit ajang Formula E sesuai aturan resmi. Ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cagar Budaya.

“Ajang Formula E masuk ke area pemanfaatan,” jelasnya.

Menurut Dwi, pemanfaatan ini untuk membantu mengenalkan cagar budaya pada generasi muda. Pengenalan lewat kolaborasi dengan teknologi.

Dia mencontohkan, beberapa negara juga menggabungkan harmoni tradisi dan teknologi dalam ajang balap listrik itu, yaitu Roma (Italia), Berlin (Jerman), dan Paris (Prancis).

“Inilah kenapa ditekankan lokasinya dipilih area heritage (warisan budaya),” kata dia.

Chairman Organising Committee (OC) Jakarta E-Prix itu menuturkan ajang Formula E tak cuma untuk balapan. Tetapi, memberi pesan tentang perubahan paradigma di masa depan, yaitu penggunaan mobil listrik.

“Mobil listrik juga ramah lingkungan, dari segi suara maupun udara,” urainya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Formula EFormula E 2020Formula E AsiaJakarta Tuan Rumah Formula EMotoGP Mandalika
No Result
View All Result

Terbaru

  • World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains
  • Indonesia-EU Trade Deal Set for 2027, Opening Tariff-Free Access for Most Exports
  • Elara Skin Indonesia Officially Launches
  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.