ASIATODAY.ID, KENDARI – Sebanyak 100 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi dikerahkan untuk mengamankan perusahaan China yang merupakan objek vital nasional (Obvitnas) yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang terletak Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Plh Kepala Penerangan Korem 143/Haluoleo Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan, pengamanan dilakukan berdasarkan arahan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang dilakukan secara virtual.
“Pengarahan secara virtual dilaksanakan di Mako Yonif 725, yaitu Boro-Boro dan diikuti seluruh anggota Satgas sejumlah 100 orang yang dihadiri juga oleh Kasdam XIV/Hsn Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilinting dan Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, Danyonif 725/Wrg Letkol Inf Muhammad Amin, serta pejabat utama Korem 143/HO,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Jumat (9/7/2021).
Rusmin mengatakan Satgas Yonif 725 ini merupakan Satuan BKO Gelombang III dan bertugas mengamankan Objek Vital Nasional yaitu PT VDNI dan PT OSS selama satu tahun dan akan terhitung mulai tanggal 18 Juli 2021 hingga 31 Agustus 2022.
PT VDNI dan PT OSS merupakan perusahan yang bergerak di bidang smelter nikel dan berlokasi di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Setelah menerima pengarahan Kasad, lanjut Rusmin, selain menyampaikan kebijakan dari Pangdam, Kasdam juga menekankan agar seluruh prajurit yang terlibat dalam pengamanan dapat memahami dan melaksanakan penekanan dari Jenderal TNI Andika Perkasa dengan baik.
“Kasdam berharap agar dalam pelaksanaan tugas tidak terjadi penyimpangan, berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat sekitar dan perusahaan serta menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya. (ATN)
