• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pertama di Asia Tenggara, Google luncurkan Environmental Insights Explorer di NTB

by Redaksi Asiatoday
April 21, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertama di Asia Tenggara, Google luncurkan Environmental Insights Explorer di NTB

Google meluncurkan Environmental Insight Explorer (EIE) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ist

ASIATODAY.ID, MATARAM – Google meluncurkan Environmental Insight Explorer (EIE), sebuah platform untuk menganalisis data pemetaan global secara komprehensif serta faktor-faktor standar untuk emisi gas rumah kaca (GRK), di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah pertama peluncuran EIE di Asia Tenggara. Dengan begitu, data 91 kota dan wilayah di Nusa Tenggara Barat sudah tersedia di platform EIE.

Director Goverment Affairs and Public Policy Google Indonesia, Putri Alam mengatakan EIE akan membantu pemerintah lokal mengetahui tingkat emisi GRK dan bagaimana menanganinya.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“EIE akan membantu masyarakat mendapatkan pilihan yang ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, bagaimana masyarakat mengetahui hotel mana saja yang telah mendapatkan sertifikasi ramah lingkungan yang didapatkan dari pihak ketiga,” katanya dalam peluncuran platform Environmental Insight Explorer (EIE) oleh Google, Kamis (21/4/2022).

Diluncurkan pada 2018, EIE memanfaatkan sumber data unik dan kapabilitas pemodelan artificial intelligence (AI) Google untuk menghasilkan perkiraan tentang aktivitas, emisi, dan penurunan GRK untuk kemudian disediakan secara gratis. Platform ini juga dapat menunjukkan perkiraan emisi GRK dari bangunan dan transportasi.

Dalam satu dekade, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini telah berkomitmen membantu lebih dari 500 kota dan pemerintah lokal untuk mengurangi total 1 gigaton (atau satu miliar ton) emisi karbon per tahun hingga 2030 dan seterusnya.

Putri menambahkan, dengan menampilkan informasi lingkungan di platform yang mudah digunakan, Google ingin membantu para pengambil keputusan setempat dalam bekerja sekaligus merangsang penelitian baru tentang isu — dan solusi — dalam bidang lingkungan hidup untuk kota-kota di seluruh dunia.

Saat ini, EIE dapat diakses para perencana kota di lebih dari 4.000 kota dan daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut antusias terobosan itu karena data penting mengenai perkiraan emisi GRK tersedia bagi publik. Dengan begitu, melalui EIE, memungkinkan Pemprov NTB menggunakannya sebagai model kebijakan yang baik dalam memenuhi target SDG’s.

“Isu keberlanjutan tidak hanya datang dari pemerintah, tapi juga swasta. Seperti yang dilakukan Google dalam memberikan perspektif dalam mendukung penyusunan kebijakan keberlanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data Google, emisi dari transportasi di NTB telah turun dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, pada 2020, emisi GRK tercatat sebesar 1,33 juta ton metrik karbon dioksida ekuivalen (tCO2), atau lebih rendah 51 persen dibandingkan dengan emisi GRK pada 2019 sebesar 2,74 tCO2.

Bagi para pemangku kepentingan yang tertarik memanfaatkan EIE, dapat membuka insights.sustainability.google/#request untuk mendaftar akses data. (AT Network)

Tags: Emisi KarbonEnvironmental Insights ExplorerGoogle
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.