• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Pertamina NRE dan Masdar Teken MoU Investasi PLTS dan Energi Bersih

by Redaksi Asiatoday
November 6, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertamina NRE dan Masdar Teken MoU Investasi PLTS dan Energi Bersih

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi secara formal bertukar dokumen nota kesepahaman di istana kepresidenan Uni Emirat Arab di Abu Dhabi (4/11) yang disaksikan oleh putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dok Pertamina

ASIATODAY.ID, ABU DHABI – Pertamina Power Indonesia sebagai subholding Power & New Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Masdar menandatangani nota kesepahaman untuk penjajakan bersama pengembangan PLTS terapung dan di atas tanah (ground-mounted) serta solusi energi bersih di Indonesia.

Penandatanganan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri Republik Indonesia, yaitu Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Perdagangan.

“Pemerintah Indonesia memiliki peta jalan transisi energi untuk Indonesia yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional, dimana bauran energi mencapai 23 persen di tahun 2025 untuk EBT, dan akan mencapai 31 persen di tahun 2050. Dengan peta jalan tersebut, kami percaya bahwa sektor energi dapat menurunkan emisi sebesar 314 juta ton CO2. Pertamina sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk mendukung target pemerintah,” ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dikutip Sabtu (6/11/2021).

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Beberapa inisiatif pengembangan EBT Pertamina untuk mendukung target tersebut antara lain meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi yang dioperasikan sendiri menjadi 1.128 MW pada tahun 2026, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta green dan blue hydrogen.

Nicke melanjutkan bahwa kolaborasi sangat penting dalam upaya mempercepat transisi energi. Kerja sama strategis antara Pertamina NRE dengan Masdar ini akan berpotensi mendorong percepatan transisi energi.

Masdar merupakan perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi dan anak usaha dari Mubadala Investment Company, perusahaan nasional Abu Dhabi. Bisnis Masdar fokus pada energi terbarukan. Saat ini Masdar aktif beroperasi di 30 negara, seperti UAE, Amerika Serikat, Australia, India, Indonesia, dan lain-lain.

“Perjanjian ini menunjukkan komitmen mendalam dari Masdar untuk mendukung transisi energi di Indonesia dan mencapai target net zero emission. Kami berharap dapat hadir di Indonesia dan mendukung pembangunan ekonominya. Dengan berkomitmen pada climate action, Indonesia akan dapat menuai manfaat ekonomi dan sosial serta mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya dan planet ini,” tutur Mohamed.

Indonesia memiliki potensi EBT yang melimpah, yaitu mencapai lebih dari 400 GW dan baru dimanfaatkan sebesar 10 GW atau 2,5 persennya. Untuk panas bumi saja potensinya mencapai 24 GW dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Saat ini kapasitas terpasang panas bumi yang dioperasikan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencapai 672 MW dan ditargetkan akan mencapai 1.128 MW pada tahun 2026.

Dari bisnis panas bumi, saat ini Pertamina juga tengah melakukan studi untuk pengembangan green hydrogen dengan pilot project di wilayah kerja Ulubelu, Sumatra Selatan. Diproyeksikan potensi produksi green hydrogen mencapai 8.600 kilogram per hari dari seluruh wilayah kerja panas bumi Pertamina.

Dengan potensi EBT yang sangat besar di Indonesia, Pertamina berharap dapat menjadi mitra utama pemerintah dalam mengawal transisi energi. Pertamina juga berkomitmen penuh untuk mendukung terwujudnya keberlanjutan di Indonesia melalui aspek environmental, social, dan governance (ESG) yang terintegrasi dalam bisnisnya. (ATN)

Tags: Green EnergyKerjasama Indonesia-Uni Emirates ArabMasdarMubadala Investment CompanyPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.