• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perusahaan Rusia Tuntut Pabrik Boeing Soal 737 Max

by Redaksi Asiatoday
August 29, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Operasional 737 MAX Dihentikan, Boeing Merugi Rp41 Triliun

Boeing737. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, RUSIA – Pabrik pembuat pesawat Boeing 737 Max asal Amerika tengah menghadapi tuduhan serius.

Pasalnya, sebuah perusahaan penyewaan pesawat Rusia yang telah memesan 35 pesawat Boeing 737 Max menggugat pabrik pembuat pesawat Amerika itu, dengan tuduhan telah menyembunyikan masalah yang ada di dalam pesawat yang telah dilarang terbang setelah dua kecelakaan fatal. Demikian dikutip dari Voa Indonesia, Kamis (29/8/2019).

Tim kuasa hukum perusahaan penyewaan pesawat Rusia yang berkantor di Miami, mengatakan gugatan hukum itu adalah yang pertama yang diajukan oleh pelanggan Max terhadap Boeing. Ditambahkannya, ia telah berbicara dengan beberapa perusahaan lain untuk menggabungkan kasus tersebut.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Gugatan hukum oleh Avia Capital Services itu diajukan hari Senin (26/8) di pengadilan negara bagian Illinois, di mana Boeing berada. Gugatan itu mengklaim Boeing telah melakukan penipuan dan pelanggaran kontrak, melakukan kelalaian ketika merancang dan membangun pesawat itu, dan ketika meyakinkan Administrasi Penerbangan Federal FAA untuk menyetujuinya.

Juru bicara Boeing menolak mengomentari gugatan itu, dengan alasan masih ada isu litigasi yang tertunda.

Hampir 400 pesawat jenis Max yang diterbangkan maskapai-maskapai penerbangan di seluruh dunia telah dilarang terbang sejak Maret lalu, pasca dua kecelakaan di Ethiopia dan Indonesia dalam kurun waktu kurang dari lima bulan, yang secara keseluruhan menewaskan 346 orang. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Boeing 737Kecelakaan Pesawat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.