• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Petinggi PBB: Aneksasi Israel itu Ilegal, Titik!

by Redaksi Asiatoday
July 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Liciknya Israel, Manfaatkan Covid-19 Bangun Pemukiman Ilegal di Yerusalem

Pendudukan Israel di Yerusalem. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, menegaskan bahwa rencana Israel untuk mencaplok sebagian Tepi Barat Palestina sudah jelas merupakan sesuatu yang “ilegal.”

Ia mengingatkan bahwa langkah aneksasi semacam itu dapat memicu konsekuensi negatif.

“Aneksasi itu ilegal. Titik,” tegas Bachelet dalam sebuah pernyataan resmi, melansir Al Jazeera, Selasa (30/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Segala aneksasi itu ilegal, terlepas apakah itu sebesar 30 persen dari Tepi Barat atau hanya 5 persen,” sambungnya.

Bachelet meminta Israel, terutama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, untuk mendengarkan pendapat dari sejumlah mantan pejabat dan jenderal mengenai aneksasi. Ia juga meminta Israel untuk merespons suara komunitas global yang menentang langkah tersebut.

Banyak tokoh global mengecam rencana aneksasi di Tepi Barat, yang dinilai hanya akan menghancurkan harapan terwujudnya perdamaian antara Palestina dan Israel.

Langkah aneksasi Tepi Barat juga dinilai akan merusak Solusi Dua Negara (Two-State Solution), sebuah skema yang dinilai sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Selain negara-negara Arab, sejumlah anggota Uni Eropa juga mengecam rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. UE pun mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Israel jika PM Netanyahu melanjutkan rencananya tersebut.

Namun dua hari menjelang rencana aneksasi pada 1 Juli mendatang, Otoritas Palestina (PA) melayangkan surat negosiasi. PA disebut bersedia untuk bernegosiasi langsung dengan Israel.

PA menegaskan tawaran ini hanya berlaku jika Israel tidak menganeksasi “bagian apapun dari wilayah Palestina.” (ATN)

Tags: IsraelPalestinaYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.