• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Planet Bumi di Ambang Kehancuran, Tanda Malapetaka Baru Muncul di Laut

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Iklim: WMO Rilis ‘Tanda-tanda’ Kondisi Cuaca Ekstrem di Seluruh Dunia

The Asian region has been impacted by extreme weather events related to climate change ranging from heavy rainfall to heat waves, from droughts to floods. WMO Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Planet bumi saat ini menghadapi situasi darurat dan telah berada di ambang kehancuran.

Suhu lautan dunia mencetak rekor terpanas pada pekan ini, meningkatkan kekhawatiran tentang efek tidak langsung pada iklim planet, kehidupan laut, dan komunitas pesisir.

Menurut data observatorium iklim Uni Eropa, suhu permukaan lautan naik menjadi 20,96 derajat Celsius (69,7 derajat Fahrenheit), pada 30 Juli.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Juru bicara Layanan Perubahan Iklim Copernicus UE mengatakan kepada AFP, Jumat (4/8/2023), rekor sebelumnya adalah 20,95 Celcius pada Maret 2016. Adapun, sampel yang diuji mengecualikan daerah kutub.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), yang menggunakan data berbeda, juga mencatat tren serupa dalam beberapa bulan terakhir.

Dikatakan rekor suhu permukaan laut rata-rata dicapai pada 4 April tahun ini di 21,06 Celcius, menyalip tertinggi sebelumnya 21,01 Celcius pada Maret 2016. Pada 1 Agustus, suhu rata-rata berada di 21,03 Celcius, katanya.

Menurut para ilmuwan, lautan telah menyerap 90% kelebihan panas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia sejak awal era industri.Kelebihan panas ini terus terakumulasi sebagai gas rumah kaca – terutama dari pembakaran minyak, gas, dan batu bara – dan menumpuk di atmosfer bumi.

Secara global, suhu rata-rata lautan telah melampaui rekor panas musiman sejak April.

“Gelombang panas lautan merupakan ancaman langsung bagi beberapa kehidupan laut,” kata Piers Forster dari Pusat Iklim Internasional di Universitas Leeds Inggris.

“Kami sudah melihat pemutihan karang di Florida sebagai akibat langsung dan saya berharap lebih banyak dampak akan muncul.”

Memanasnya lautan diprediksi memiliki efek lain pada kehidupan tumbuhan dan hewan laut juga, termasuk pada migrasi spesies tertentu dan penyebaran spesies invasif. Hal ini dapat mengancam stok ikan dan dengan demikian merusak ketahanan pangan di bagian dunia tertentu.

Lautan yang lebih hangat juga kurang mampu menyerap karbon dioksida (CO2), memperkuat lingkaran setan pemanasan global.

Selain itu suhu yang lebih tinggi kemungkinan akan datang, karena fenomena El Nino, yang cenderung menghangatkan air.

Para ilmuwan memperkirakan dampak terburuk El Nino saat ini akan dirasakan pada akhir 2023 dan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bencana iklimGlobal WarmingKrisis IklimSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.