• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Planet Bumi Dihuni 8 Miliar Jiwa, India dan China Terpadat

by Redaksi Asiatoday
July 11, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Planet Bumi Dihuni 8 Miliar Jiwa, India dan China Terpadat 1

Peoples in India hold rituals on the Ganga River. Doc

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mencatat populasi global manusia di planet bumi saat ini telah mencapai 8 miliar jiwa.

Kenaikan populasi ini menggarisbawahi kebutuhan untuk mengatasi masalah seperti krisis iklim.

Menurut PBB, populasi global diperkirakan akan mencapai 8 miliar jiwa pada 15 November, dimana India akan menyusul China sebagai negara terpadat di dunia tahun depan.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Pada Senin (11/7/2022), PBB mencatat bahwa dibutuhkan ratusan ribu tahun bagi populasi dunia untuk mencapai 1 miliar dan hanya 200 tahun untuk tumbuh tujuh kali lipat. Pada 2011, jumlahnya mencapai 7 miliar jiwa.

Sementara Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB mengatakan populasi dunia tumbuh pada laju paling lambat sejak 1950. Efek dari pertumbuhan cepat sebelumnya akan terasa selama bertahun-tahun yang akan datang.

“[Pertumbuhan] dramatis sebagian besar didorong oleh peningkatan jumlah orang yang bertahan hidup hingga usia reproduksi, dan telah disertai dengan perubahan besar dalam tingkat kesuburan, peningkatan urbanisasi dan percepatan migrasi. Tren ini akan memiliki implikasi luas untuk generasi mendatang,” kata PBB, dikutip Aljazeera, Senin (11/7/2022).

Laporan tersebut memperkirakan populasi global akan mencapai 8,5 miliar pada 2030 dan 9,7 miliar pada 2050, memuncak pada sekitar 10,4 miliar orang pada 2080-an sebelum stabil pada level itu hingga 2100.

PBB menyatakan saat populasi yang meningkat merupakan indikasi kemajuan dalam kesehatan dan pembangunan ekonomi, pertumbuhan populasi juga menggarisbawahi perlunya kebijakan yang efektif untuk mengatasi beberapa masalah dunia yang paling mendesak.

“Kemajuan tidak universal, melemparkan ketidaksetaraan menjadi bantuan yang tajam. Kekhawatiran dan tantangan serupa yang diangkat 11 tahun lalu tetap ada atau memburuk: Perubahan iklim, kekerasan, diskriminasi,” katanya.

Lebih dari setengah perkiraan kenaikan populasi dunia dalam beberapa dekade mendatang akan terkonsentrasi hanya di delapan negara, menurut laporan itu.

Negara-negara itu adalah Republik Demokratik Kongo, Mesir, Etiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina dan Tanzania. (ATN)

Tags: Krisis IklimPlanet BumiPopulasi ManusiaSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.