• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PLN Indonesia Sekarat, Utang Membengkak Hingga Rp500 Triliun

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Strategi Zulkifli Zaini Bawa PLN Jadi Kekuatan Indonesia

Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan Listik Negara (PLN) yang menjadi andalan masyarakat indonesia sedang sekarat akibat utang yang membengkak.

Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, kondisi keuangan perusahaan sudah tidak sehat.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Zulkifli mengungkapkan, di akhir 2019 utang perseroan mendekati angka Rp500 triliun. Padahal lima tahun sebelumnya, utang perusahaan setrum ini bahkan di bawah Rp50 triliun.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Zulkifli menjelaskan, tambahan utang tersebut berasal dari pinjaman yang dilakukan PLN untuk membiayai investasi di berbagai proyek kelistrikan terutama proyek 35 ribu megawatt (MW). Proyek tersebut merupakan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada kepemimpinan awal.

“Lima tahun terakhir ini PLN membiayai investasi itu dengan utang. Setiap tahun utangnya Rp100 triliun, makanya utang PLN di akhir 2019 mendekati Rp500 triliun,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020).

PLN mendapatkan penugasan untuk membangun proyek tersebut. Namun di sisi lain kata Zulkifli, PLN tidak memiliki kemampuan investasi dari ekuitas internal untuk membangun 35 ribu MW. Diakui Zulkifli, hampir tidak ada dana internal PLN untuk membangun proyek tersebut.

“Sebagai bankir saya paham ini tidak sehat. Kalau ada debitur datang ke bank, mau investasi Rp100 triliun saya tanya dana sendiri berapa, saya minta 30 persen kan. Tapi ini kan tunainya PLN dana sendiri nol persen, pinjaman 100 persen. Ini kondisinya,” papar mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Dikatakan, pada 2019 terdapat tambahan pembangkit dari Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik swasta. Dengan adanya tambahan IPP tersebut diperlukan dalam sistem Jawa Bali.

Namun investasi pembangkit membutuhkan dana Rp100 triliun per tahun yang diakui sulit bagi PLN untuk bisa memenuhinya sendiri.

“Tambahan pembangkit itu per tahun investasinya sekitar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun. Transmisi dan distribusi Rp50 triliun hingga Rp60 triliun. Sementara kebutuhan investasi pembangkit dan juga investasi itu Rp150 triliun-Rp160 triliun tidak akan bisa dipenuhi oleh PLN sepenuhnya maka partisipasi swasta itu penting,” tandas Zulkifli. (ATN)

Tags: Investasi ListrikPLN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.