ASIATODAY.ID, WARSAWA – Polandia akan membangun pangkalan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara permanen.
PM Mateusz Morawiecki mengatakan Polandia juga akan menampung unit infanteri ringan dari blok tersebut.
“Pangkalan sekutu permanen harus dibangun di negara-negara sayap timur NATO. Polandia siap membangun pangkalan seperti itu yang akan disediakan untuk penempatan permanen unit infanteri ringan,” katanya di forum Strategic Ark di Warsawa seperti dilaporkan RT, Kamis (19/5/2022).
Melanjutkan penumpukan militer NATO adalah satu-satunya cara untuk “mencegah” Rusia, kata PM Morawiecki, yang menyerukan untuk meningkatkan bantuan militer untuk Ukraina juga.
Warsawa telah menjadi salah satu pemasok tempur paling aktif ke Kiev dalam konflik yang sedang berlangsung, mengirimkan tank-tank tua buatan Soviet dan perangkat keras lainnya untuk pasukan Ukraina.
“Rusia hanya bisa dihalangi oleh persatuan kita, kemampuan militer dan sanksi keras; bukan melalui panggilan telepon dan percakapan dengan Putin tetapi dengan bantuan militer ke Ukraina dan memperkuat sayap timur NATO,” kata Morawiecki.
PM Polandia juga berjanji untuk memberikan dukungan militer ke Swedia dan Finlandia jika mereka diserang selama proses kenaikan NATO mereka.
“Saya ingin dengan jelas mengatakan bahwa jika terjadi serangan terhadap Swedia atau Finlandia selama proses aksesi mereka ke NATO, Polandia akan membantu mereka,” kata Morawiecki.
Retorika Morawiecki menggemakan pernyataan yang dibuat awal bulan ini oleh mitranya dari Inggris, Boris Johnson, yang berjanji untuk datang membantu calon anggota NATO yang baru juga.
“Apa yang kami katakan dengan tegas adalah jika terjadi bencana atau jika terjadi serangan terhadap Swedia, maka Inggris akan datang membantu Swedia dengan apa pun yang diminta Swedia,” kata Johnson.
Swedia dan Finlandia mengajukan tawaran keanggotaan resmi pada hari Rabu, tetapi telah menghadapi tentangan keras dari Ankara. Turki, yang merupakan negara besar NATO.
Turki mengklaim bahwa Swedia dan Finlandia sama-sama menampung orang-orang yang dianggap teroris, yaitu anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mencap negara-negara tersebut sebagai “rumah tamu” bagi teroris. (ATN)
