• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Populasi Gajah di Aceh Kian Terancam akibat Konflik dengan Manusia

by Redaksi Asiatoday
January 17, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Populasi Gajah di Aceh Kian Terancam akibat Konflik dengan Manusia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Populasi satwa Gajah di Aceh kian terancam akibat konflik dengan manusia.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan habitat Gajah semakin berkurang. 85 persen populasinya berada di luar Kawasan konservasi, bahkan sudah berada di luar Kawasan hutan.

“Konflik satwa dengan manusia tidak terlepas karena habitat sudah terganggu,” jelas Agus melalui keterangan resmi Forum Jurnalis Lingkungan, di Banda Aceh, Jumat (17/01/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Berdasarkan data BKSDA Aceh, konflik gajah di Aceh selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada 2015 lalu 39 kali konflik naik pada 2016 menjadi 44 kali.

Angka itu meningkat menjadi 103 kasus pada 2017. Jumlah tersebut sempat turun 73 kasus pada 2018. Namun kembali meningkat pada 2019 sebanyak 107 kasus.

“Konflik satwa semakin menajam selama 5 tahun terakhir. Meningkatnya konflik ini juga dipengaruhi oleh tidak ada strategi khusus penanganan konflik,” terangnya.

Sejauh ini, tercatat 38 ekor gajah mati selama 2016 hingga 2020. Penyebab kematian gajah 74 persen karena konflik, 14 persen perburuan dan 12 persen mati alami.

Terakhir kali, ditemukan tulang-belulang 5 ekor gajah di Gampong Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya pada 1 Januari 2020.

Bangkai gajah itu ditemukan dalam kebun sawit milik warga. Gajah diduga mati akibat tersengat arus listri, karena di lokasi ditemukan kabel listrik terpasang setinggi 1,5 meter.

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Muhammad Daud menepis adanya pembiaran terhadap perlindungan satwa liar di Aceh.

Pemerintah menyebut sudah membuat sejumlah regulasi, termasuk qanun Pengelolaan Satwa Liar yang masih menunggu penomoran dari Kemendagri.

“Tidak benar ada pembiaran, pemerintah sudah membuat sejumlah regulasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Koordinator FJL Aceh Afifuddin berharapkan, seluruh pemangku kepentingan dapat terlibat mencegah konflik satwa. Tidak hanya dibebankan kepada BKSDA, tetapi butuh keterlibatan para pihak agar satwa yang dilindungi itu tidak punah masa akan datang.

“Butuh banyak orang terlibat dalam mencegah konflik satwa, terutama gajah di Aceh,” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: GajahGajah di AcehKonflik Gajah dan ManusiaKonservasi Gajah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.